• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, July 18, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Depo Pertamina Terbakar, Jokowi Perintahkan Audit Seluruh Objek Vital Berisiko Tinggi

by Redaksi Asiatoday
March 6, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Depo Pertamina Terbakar, Jokowi Perintahkan Audit Seluruh Objek Vital Berisiko Tinggi

Kondisi permukiman penduduk yang hangus terbakar akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya agar mengaudit seluruh objek vital berisiko tinggi dan berbahaya.

Instruksi itu menyusul kebakaran depo Pertamina Plumpang, di Jakarta Utara yang merenggut puluhan korban jiwa.

“Saya sudah perintahkan audit semua objek vital,” tegas Jokowi saat meninjau langsung posko pengungsian korban kebakaran Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang, Jakarta, Minggu, (5/3/2023).

RelatedPosts

Indonesia Steps Up in Global AI Race

Oil Prices Retreat as Middle East Calm Eases Global Supply Fears

Bangladesh Economy Faces Sharp Slowdown

Jokowi mengungkapkan, ketika ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sebenarnya ia telah merencanakan untuk dibuat saluran air di kanan kiri sungai di area Plumpang.

“Namun memang belum sampai kepada titik mencarikan solusi kepada penduduknya yang ada di situ. Tanah Merahnya ini kan padat dan penuh,” paparnya.

“Semuanya harus dicarikan solusi. Saya kira keamanan masyarakat, keselamatan masyarakat harus menjadi titik yang utama,” tegasnya.

Terkait relokasi warga Plumpang, Jokowi menyebut masih menjadi pembahasan tentang deponya yang digeser atau masyarakatnya yang dipindahkan.

“Kalau digeser, tanahnya di mana, namun ini harus segera ditemukan solusinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut hingga saat ini terdapat 17 korban jiwa yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Selain itu, ada 49 orang mengalami luka berat, 2 orang mengalami luka sedang, 18 orang belum diketahui keberadaannya, dan 1.085 jiwa lain masih mengungsi di sejumlah tempat pengungsian.

“Ada 1.085 jiwa pengungsi yang terdata. Itu tersebar di seluruh tempat pengungsian. Memang tempatnya kan tidak bisa terpusat jadi satu,” jelasnya.

“Para pengungsi ada yang di Kantor PMI, ada yang di Masjid As-Sholihin, ada di kantor kelurahan, ada di Rawa Badak Selatan, ada di Gedung Golkar Walang, ada di kantor Kementrans dan energi, ada di Masjid Al Muhajirin, ada di Pulomas, dan tentu juga ada di tenda-tenda yang dibangun di tempat ini,” tandas Suharyanto. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Pertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Steps Up in Global AI Race
  • Oil Prices Retreat as Middle East Calm Eases Global Supply Fears
  • Searah Secures US$6 Billion Credit Facility for Southeast Asia Expansion
  • Masela LNG: Indonesia’s New Energy Powerhouse
  • Battery Race Redefines Global Economic Power
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.