• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Di Forum AIIB 2021, Indonesia Serukan Pentingnya Pendanaan Berkelanjutan

by Redaksi Asiatoday
October 28, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dampak Perubahan Iklim Setara dengan Pandemi Covid-19

Dampak Perubahan Iklim mengancam kehidupan di planet bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyerukan menyerukan pentingnya dukungan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk diarahkan pada pembiayaan perubahan iklim yang inovatif.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam Sidang Tahunan Keenam Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Kamis (27/10/2021).

“Pembiayaan perubahan iklim merupakan langkah yang harus dilakukan saat ini oleh semua negara termasuk Indonesia sebagai negara berkembang. Namun, negara berkembang harus diberikan fleksibilitas dan tidak dipatok dengan standar yang sama dengan negara maju mengingat perbedaan kapasitas fiskal yang dimiliki”, jelas Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati selaku Dewan Gubernur AIIB pada sesi Diskusi Meja Bundar.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sidang Tahunan AIIB keenam ini diselenggarakan pada tanggal 26 s.d 28 Oktober 2021 secara virtual di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dengan tema “Investing Today, Transforming Tomorrow”. Pertemuan ini dihadiri oleh 82 Governor/Alternate Governor atau perwakilan negara anggota AIIB termasuk Indonesia.

Salah satu kegiatan sidang tahunan AIIB keenam ini adalah Diskusi Meja Bundar Dewan Gubernur yang membicarakan mengenai agenda (i) pembiayaan iklim dan Persetujuan Paris, serta (ii) keberlanjutan dukungan terkait respon terhadap pandemi Covid-19 dan pemulihan pasca pandemi.

AIIB saat ini telah memiliki 103 anggota yang tersebar di enam benua dan telah menyalurkan pendanaan sebesar USD 28 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan konektivitas negara di Kawasan Asia.

Dalam penanganan pandemi, AIIB akan tetap mendukung negara anggota dan memobilisasi pembiayaan dari sektor swasta dalam mencapai kegiatan prioritas tematik pasca pandemi Covid-19.

Selain itu, AIIB juga mendukung pendanaan kegiatan prioritas aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim bagi negara anggota serta memobilisasi pembiayaan swasta agar sesuai dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Selama enam tahun berdiri, Indonesia juga telah menerima manfaat yang signifikan dari AIIB untuk pembiayaan infrastruktur. Sebagai buktinya, Indonesia merupakan negara terbesar kedua dalam penerima manfaat berupa pendanaan pembangunan dari AIIB. Indonesia juga merupakan ke-8 terbesar pemodal AIIB dengan porsi kontribusi 3,18% terhadap total modal AIIB bersama China, India, dan Rusia.

Dalam 2 tahun terakhir, AIIB memfokuskan kegiatan investasinya ke arah respons terhadap pandemi dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. AIIB mengalokasikan sebesar USD2,899 juta untuk Indonesia yang dibagi menjadi dana COVID-19 Crisis Recovery Facility (CRF) hingga April 2022 sebesar USD1,500 juta dan untuk infrastruktur sebesar USD1,399 juta. Melalui kerja sama dengan AIIB, Kementerian Keuangan ke depannya akan berupaya memperkuat investasi ke infrastruktur berkelanjutan.

“Terkait dengan transisi menuju ekonomi rendah karbon secara global, dimensi ekonomi dan moral dari transisi ini perlu diterjemahkan pada prinsip hukum dan peraturan. Prinsip-prinsip ini kemudian perlu kita observasi. Negara maju mempunyai kewajiban untuk membantu di negara berkembang dalam melawan perubahan iklim dan transisi untuk menurunkan emisi dengan proses transisi adil dan terjangkau (just and affordable transition)”, imbau Menkeu.

Menteri Keuangan juga menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam transisi energi melalui peluncuran kemitraan dengan Bank Pengembangan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk melakukan studi terkait Mekanisme Transisi Energi atau Energy Transition Mechanism (ETM) pada pertemuan United Nations Climate Change Conference (COP26). Program ini akan memungkinkan penghentian PLTU batubara dan bergeser ke energi terbarukan. Tetapi untuk dapat mencakup seluruh PLTU, program ini akan membutuhkan investasi yang besar.

“Kita membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang tertarik, termasuk AIIB, untuk mereplikasi, meningkatkan, dan menyukseskan instrumen transisi energi ini”, tutup Sri Mulyani.

Dalam pertemuan ini, Presiden AIIB Jin Liqun menyampaikan laporan perkembangan operasional AIIB dengan mengacu pada kegiatan prioritas tematik pada infrastruktur hijau, konektivitas dan kerja sama regional, infrastruktur yang mendukung teknologi, dan mobilisasi modal swasta.

AIIB tetap berkomitmen membantu pembiayaan negara anggota melalui fasilitas COVID-19 Crisis Recovery Facility (CRF) hingga April 2022 dan juga fasilitas Special Fund Window (SFW) untuk negara berpenghasilan rendah. Sidang Tahunan AIIB berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 26 s.d 27 Oktober 2022 di Moskow, Rusia. (ATN)

Tags: AIIBAsia Green GrowthAsian Development BankAsian Infrastructure Investment BankPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.