• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dianggap Berbahaya, TikTok akan Dihapus di Kalangan Parlemen Skotlandia

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
TikTok Siap Gugat Donald Trump di Pengadilan

Perusahaan aplikasi video asal China TikTok. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Aplikasi TikTok akan dihapus permanen dari ponsel dan perangkat para anggota Parlemen Skotlandia. Kebijakan itu dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai masalah keamanan yang terus meningkat.

Skotlandia memutuskan untuk mengambil tindakan penghapusan TikTok ini usai seorang anggota parlemen menunjukkan kekhawatiran tentang cara TikTok memproses dan menyimpan data pengguna, terutama terkait dengan privasi dan keamanan.

“Anggota dan staf Parlemen Skotlandia sangat disarankan untuk menghapus TikTok, termasuk dari perangkat pribadi yang digunakan untuk mengakses sistem TI Parlemen Skotlandia,” demikian laporan Sky News dikutip dari Reuters, Minggu (19/3/2023).

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Sebagaimana diketahui, TikTok kini jadi salah satu aplikasi media sosial yang paling populer di seluruh dunia, dengan lebih dari 2 miliar unduhan secara global dan jutaan pengguna aktif setiap hari. Sayangnya, kekhawatiran tentang bagaimana data pengguna diproses dan disimpan oleh aplikasi tersebut telah memunculkan kekhawatiran di banyak negara.

Pasalnya, selain Skotlandia, sejumlah negara telah lebih dulu mengambil tindakan tegas dengan membatasi penggunaan TikTok di negara mereka. Sebut saja Amerika Serikat (AS) dan India.

AS mengeluarkan perintah eksekutif pada 2020 yang melarang TikTok dan aplikasi serupa lainnya, seperti WeChat beroperasi di negara itu karena alasan keamanan nasional.

India juga memberlakukan kebijakan serupa pada tahun yang sama setelah meningkatnya ketegangan perbatasan antara India dan China, negara asal TikTok. Langkah ini juga diambil sebagai tindakan pencegahan terhadap potensi pelanggaran data atau serangan siber yang mungkin terjadi pada perangkat di dalam gedung parlemen.

Adapun berdasarkan data We Are Social, pengguna TikTok di dunia diperkirakan mencapai 1,05 miliar pada Januari 2023. Platform yang kebanyakan berisikan berbagai konten video pendek itu mengalami peningkatan pengguna 18,8 persen dibandingkan 2022.

Pengguna TikTok paling banyak berasal dari Amerika Serikat yakni sebanyak 113,25 juta pengguna. Indonesia menyusul di urutan kedua dengan jumlah pengguna sebanyak 109,90 juta. Kemudian posisi ketiga dan keempat diduduki oleh Brasil dan Meksiko dengan masing-masing pengguna sebanyak 82,21 juta dan 57,52 juta. Selanjutnya sebanyak 54,86 juta pengguna TikTok berasal dari Rusia. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: SkotlandiaTikTok
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.