• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Diintervensi Trump, China Batalkan Pembelian 5 Juta Barel Minyak Venezuela

by Redaksi Asiatoday
August 21, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Diintervensi Trump, China Batalkan Pembelian 5 Juta Barel Minyak Venezuela

China National Petroleum Corp (CNPC). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan energi terbesar China yakni China National Petroleum Corp (CNPC) mundur dari pembelian langsung minyak mentah Venezuela karena pengetatan sanksi administrasi yang diberlakukan Donald Trump terhadap negara Amerika Selatan tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, beberapa sumber mengatakan bahwa CNPC telah membatalkan rencana untuk membeli sekitar 5 juta barel minyak Venezuela bulan ini setelah perintah eksekutif terbaru oleh Presiden Donald Trump.

CNPC bergabung dengan bank terbesar Turki, Ziraat Bank, yang memutuskan hubungannya dengan Bank Sentral Venezuela setelah sanksi AS berlaku.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Kebijakan ini merupakan kemunduran bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang selama ini mengandalkan China dan Rusia untuk menjaga negara itu tetap berjalan di tengah krisis kemanusiaan, kekurangan pangan, dan hiperinflasi.

Pasca sanksi AS terhadap perusahaan milik negara Petroleos de Venezuela SA ditetapkan pada akhir Januari, China merupakan tujuan utama untuk minyak mentah Venezuela.

Negara tersebut kemungkinan akan kehabisan pilihan tanpa dibantu oleh CNPC untuk mengekspor minyak, sumber pendapatan utama bagi rezim Maduro.

“Tiga muatan kargo Agustus yang dibatalkan oleh anak perusahaan CNPC, PetroChina Co. Ltd., sejauh ini belum menarik pembeli lain,” menurut laporan yang dikutip melalui Bloomberg, Selasa (20/8/2019).

Juru bicara PetroChina menolak mengomentari spekulasi pasar, mengutip kebijakan perusahaan.

Pada 5 Agustus, Trump menandatangani perintah eksekutif yakni pemberian sanksi kepada siapa pun yang memberikan dukungan kepada Maduro.

Sementara itu, Pemimpin oposisi Juan Guaido, yang diakui oleh pemerintahan Trump sebagai pemimpin negara, didukung oleh lebih dari 50 negara.

Namun, Mundurnya PetroChina tidak berarti China akan sepenuhnya berpaling dari minyak Venezuela.

“Perusahaan lain dapat terus memasok penyuling independen China yang dikenal sebagai teko penampung minyak mentah Amerika Selatan,” ungkap seorang sumber yang familiar dengan isu ini.

China telah menjadi pendukung setia pemerintah Venezuela sejak pemberian pinjaman pertama untuk presiden Hugo Chavez.

Ekonomi terbesar kedua dunia itu telah meminjamkan US$50 miliar dalam dekade terakhir sebagai ganti minyak mentah Venezuela. China, bersama dengan Rusia, adalah salah satu dari 14 negara yang mendukung Maduro.

Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade di mana PetroChina meninggalkan minyak mentah Venezuela.

Hingga tahun ini, China telah mengimpor 339.000 barel minyak Venezuela. Sebagian besar barel minyak datang melalui PetroChina, tetapi setelah sanksi AS, Rosneft Oil Co Rusia PJSC telah meningkatkan pasokan minyak Venezuela ke penyuling independen negara itu. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaChina National Petroleum CorpMinyak DuniaPerang Dagang Amerika-ChinaVenezuela Oil
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.