• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dilanda Kekeringan, Australia Siapkan 100 Juta Dolar Bantu Petani

by Redaksi Asiatoday
September 29, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dilanda Kekeringan, Australia Siapkan 100 Juta Dolar Bantu Petani

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Australia akan menyiapkan dana tambahan sebesar 100 juta dolar Australia atau sekitar US$68 juta guna membantu petani yang bisnisnya terancam akibat kekeringan berkepanjangan.

Hal ini dikemukakan Perdana Menteri Scott Morrison kala berkunjung ke Dalby, Queensland, salah satu daerah yang menderita dampak besar kekeringan.

Kawasan pantai timur Australia setidaknya harus menghadapi kondisi yang lebih panas sampai tiga bulan ke depan. Suhu diperkirakan bisa 80 persen lebih panas dari temperatur rata-rata periode tersebut.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Perkiraan cuaca ini sekaligus menjadi pukulan bagi sektor agrikultur Australia mengingat kawasan tersebut menyumbang sepertiga dari total produksi gandum, produk pertanian paling menguntungkan di negara itu .

Australia sendiri merupakan satu dari 10 eksportir gandum terbesar di dunia yang menyumbang 2 persen dari total pendapatan domestik bruto (PDB).

Selain menyiapkan lebih banyak dana untuk menopang sektor ini, Morrison mengatakan pemerintahnya juga akan menurunkan syarat kelayakan sehingga lebih banyak petani bisa mendapatkan akses ke bantuan senilai 7 miliar dolar Australia yang sebelumnya telah dijanjikan.

“Ini bukan kesejahteraan. Ini benar-benar hanya membantu orang memastikan bahwa mereka dapat melanjutkan kelangsungan hidup,” kata Morrison seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/9/2019).

“Ini adalah aset penting bagi negara kita, aset pertanian kita, tanah yang tetap produktif dan bisa ditinggali sehingga mereka tetap penting bagi Australia,” imbuhnya.

Morrison mengatakan 33 juta dolar Australia dari total dana tambahan akan disiapkan untuk bantuan tunai bagi petani, kontraktor, dan keluarga yang kekurangan biaya untuk pembayaran dengan jumlah maksimal 3.000 dolar Australia. Pemerintah memperkirakan terdapat ekitar 24.000 petani yang akan memenuhi syarat untuk menerima bantuan ini.

Adapun dana sebesar 50 juta dolar Australia akan dialokasikan untuk perluasan skema pembayaran guna mendukung petani yang dilanda kekeringan setiap dua minggu. Morrison mengemukakan sisa dana akan dimanfaatkan untuk memperluas layanan seperti konseling kesehatan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AustraliaClimate ChangeKekeringanKekeringan Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.