• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Diserang Virus, 86 Harimau Tak Bisa Diselamatkan

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Diserang Virus, 86 Harimau Tak Bisa Diselamatkan

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Lebih dari 80 Harimau yang dievakuasi dari sebuah kuil di Thailand tak bisa diselamatkan akibat terserang virus.

Kuil Wat Pa Luang Ta Bua, yang dikenal sebagai Kuil Harimau, di provinsi Kanchanaburi, sebelah barat Bangkok — menjadi objek wisata tempat para pengunjung berswafoto dengan harimau dan anaknya yang diberi botol.

Namun pada 2016, pihak berwenang memindahkan 147 ekor harimau sebagai tanggapan terhadap tekanan global atas perdagangan satwa liar.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Hewan-hewan itu dibawa di dua tempat perlindungan yang dikelola pemerintah, dimana jelas mereka rentan terhadap virus anjing pengganggu, menurut seorang pejabat senior dari departemen taman nasional satwa liar, dan konservasi tanaman negara itu.

“Ketika kami membawa harimau masuk, kami mencatat bahwa mereka tidak memiliki sistem kekebalan tubuh akibat perkawinan sedarah,” kata wakil direktur jenderal departemen itu, Prakit Vongsrivattanakul, kepada stasiun penyiaran milik negara MCOT.

“Kami memperlakukan mereka ketika gejala muncul,” tambahnya dilansir dari Sky News, Rabu (18/9/2019).

Dia tidak memberikan angka untuk jumlah harimau yang telah mati, meskipun stasiun penyiaran layanan publik Thailand PBS melaporkan bahwa jumlahnya adalah 86. Angka ini lebih dari setengah jumlah total.

Kuil ini telah dipromosikan sebagai suaka margasatwa selama bertahun-tahun, tetapi akhirnya diselidiki karena dugaan kaitannya dengan perdagangan satwa liar dan penyalahgunaan hewan.

Para bhikkhu dituduh membiakkan harimau secara ilegal oleh para aktivis satwa liar, sementara beberapa pengunjung mengatakan bahwa hewan-hewan itu tampak dibius. Kuil itu membantah tuduhan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: HarimauKonservasi SatwaSatwa EndemikSatwa Liar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.