• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ditemukan Penuh Luka, Satwa Orangutan Sumatera Mati Mengenaskan

by Redaksi Asiatoday
January 25, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ditemukan Penuh Luka, Satwa Orangutan Sumatera Mati Mengenaskan

Tim dokter hewan BBKSDA Sumut melakukan nekropsi dan pengambilan darah terhadap orangutan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dok Humas BBKSDA Sumut

ASIATODAY.ID, MEDAN – Seekor satwa Orangutan Sumatera (Pongo abelii) harus bernasib tragis.

Satwa itu akhirnya mati mengenaskan setelah mengalami tindak kekerasan fisik.

Satwa lindung itu ditemukan sudah dalam keadaan kritis dan penuh luka di Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Saat ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sedang melakukan investigasi terkait kematian satwa langka itu.

“Terkait adanya kekerasan fisik dan temuan luka pada orangutan, BBKSDA Sumut telah menerbitkan surat perintah untuk melakukan investigasi terhadap kasus tersebut,” kata Kepala BBKSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu dalam keterangan tertulis, Selasa (24/1/2023).

Rudianto mengimbau kepada masyarakat  jika menemukan adanya satwa liar Orangutan Sumatera berada di lokasi kebun milik warga agar tidak melakukan atau menghindari perbuatan maupun tindakan yang dapat melukai dan bahkan mengancam nyawa dari satwa liar tersebut.

“Karena satwa ini termasuk jenis satwa yang dilindungi undang-undang sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM/1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi,” katanya.

Rudianto menyebutkan, BBKSDA Sumut, YEL-SOCP dan YOSL-OIC mengevakuasi Orangutan dari Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, pada Sabtu (21/1).

Berdasarkan keterangan di lapangan, Orangutan sudah dipindahkan dari Kuta Pengkih ke Puskesmas Kuta Kendit.

Di lokasi tim bertemu dengan Kepala Satuan (Kasat) Intel Polsek Mardinding dan Kepala Desa Kuta Pengkih.

Tim mendapati Orangutan ditempatkan di ruangan perawatan di Puskesmas Kuta Pengkih dalam kondisi masih terikat dengan tali dan bambu.

“Saat itu juga segera dilakukan pemeriksaan kondisi satwa,” katanya.

Tindakan selanjutnya dilakukan pembiusan untuk memindahkan Orangutan ke kandang transport. Setelah terbius dan ikatan tali dibuka, tim melakukan tindakan medis dengan mengobati luka pada tangan, memberikan obat penahan rasa sakit dan juga vitamin.

Selanjutnya, Orangutan segera dibawa di SOCP Batu Mbelin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan selama perjalanan selalu dimonitor oleh dokter hewan khusus orangutan.

Pada Sabtu (21/1) tim tiba di SCOP pada pukul 13.30 WIB dan segera dilakukan perawatan intensif terhadap Orangutan, diberikan cairan infus, obat-obatan dan pemberian vitamin.

Pukul 16.00 WIB Orangutan mulai sadar dan mau makan buah dan minum spuit berdasarkan hasil x-ray di dapati retak pada tulang punggung dan bekas luka kekerasan fisik.

Namun keesokan harinya pada Minggu (22/1) sekira pukul 17.34 WIB Orangutan mengalami kesulitan bernafas (pernafasan irreguler) dan orangutan tersebut tidak terselamatkan.

Tindakan selanjutnya adalah melakukan nekropsi dan pengambilan darah orangutan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu dilakukan penguburan orangutan tersebut,” kata Rudianto. (ANT)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Konservasi SatwaOrangutan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.