• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GENERAL

Dubes China di Indonesia Respon Pidato Menlu AS Soal Komunis Ancaman Beragama

by Redaksi Asiatoday
October 30, 2020
in GENERAL
Reading Time: 2 mins read
A A
0
500 TKA China Ditolak Masuk Indonesia, Kedubes China Buka Suara

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian merespon pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Richard Pompeo yang menyebut Partai Komunis China sebagai ancaman bagi kebebasan umat beragama, termasuk di antaranya komunitas Muslim Uighur di Xinjiang.

Pompeo mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan GP Ansor, Kamis (29/10/2020).

GP Ansor merupakan badan otonom yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia.

RelatedPosts

Normal Cholesterol Isn’t Enough: Prodia’s Advanced Lipid Test Exposes Hidden Heart Risks

Transformator Arus: Memonitor Aliran Daya dengan Presisi

Digital Transformation in Banking Through Android EDC Machines Generates Trillions in Fee-Based Income

“Konstitusi China melindungi kebebasan beragama segenap warganya, juga hak-hak sah dari semua etnik minoritas. Hak asasi rakyat semua etnik di Xinjiang sepenuhnya terjamin,” kata Xiao Qian, melalui pernyataan tertulis, yang disiarkan di laman resmi Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia, Kamis (29/10/2020).

Dalam pidatonya, Pompeo menyebut tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan perbuatan Pemerintah China di Xinjiang.

“Tidak ada pembenaran atas pengurangan kemiskinan dengan memaksa sterilisasi atau mengambil anak-anak dari orang tua mereka untuk diajar kembali di sekolah asrama yang dijalankan oleh negara,” kata Pompeo di hadapan anggota GP Ansor.

Pernyataan Pompeo itu merujuk pada kamp-kamp pelatihan yang dibuat oleh Pemerintah China untuk masyarakat etnis Uighur.

“Ancaman terbesar bagi masa depan kebebasan beragama adalah perang Partai Komunis China terhadap orang-orang dari umat mana pun, Muslim, Buddha, Kristen, juga praktisi Falun Gong,” kata Pompeo dalam acara yang sama.

Tidak lama setelah pertemuan antara Pompeo dan GP Ansor, Dubes Xiao Qian menegaskan bahwa China merupakan sahabat tulus bagi dunia Muslim.

“Kami senantiasa teguh mendukung perjuangan adil rakyat Palestina,” kata kepala perwakilan China di Indonesia.

“Sebaliknya, Pemerintah AS justru menerbitkan Muslim Ban (larangan bagi Muslim untuk masuk AS), mengabaikan hak dan kepentingan legal Palestina dalam konflik dengan Israel, membangkitkan revolusi berwarna di sejumlah negara Muslim, meluncurkan perang proksi, dan bahkan melakukan serangan langsung terhadap negara lain,” ujar Dubes Xiao.

Dia melanjutkan kebijakan luar negeri AS justru jadi penyebab ketidakstabilan, konflik, perpecahan, dan “penderitaan berkepanjangan bagi dunia Muslim”.

Terkait isu di Xinjiang, pengurus besar Nahdlatul Ulama mengatakan banyak informasi mengenai keadaan masyarakat Muslim Uighur bias karena terjebak oleh konflik AS dan China.

Menurut dia, Muslim di Indonesia membutuhkan akses informasi yang independen dan bebas dari konflik kepentingan.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah akses terhadap informasi yang faktual, dan kami menuntut semua pihak, Amerika maupun China, untuk jujur dalam hal ini,” kata Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, Kamis (29/10/2020).

Dia menekankan NU tidak akan diam jika ada bukti pelanggaran HAM terhadap masyarakat Muslim Uighur di Xinjiang. (ATN)

Tags: KomunismePartai Komunis ChinaSave UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.