• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dukung Gerakan Hong Kong, Presiden Taiwan Serukan Jangan Percaya Komunis

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dukung Gerakan Hong Kong, Presiden Taiwan Serukan Jangan Percaya Komunis

Gerakan anti pemerintah China, di Hong Kong. ist

ASIATODAY.ID, TAIPE – Gerakan demonstrasi anti pemerintah yang telah berlangsung lebih dari enam bulan di Hong Kong menjadi pusat perhatian Taiwan menjelang pemilihan presiden dan parlemen pada 11 Januari 2020 mendatang.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendukung seruan pemuda Hong Kong dalam suratnya yang meminta agar masyarakat tidak mempercayai komunis.

Tsai Ing membaca surat dari pemuda itu berkata, “Saya meminta gar rakyat Taiwan tidak mempercayai komunis China, jangan percaya pada pejabat pro komunis dan tidak jatuh ke dalam perangkap utang China.”

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Berbicara pada debat pemilihan presiden yang disiarkan televisi lokal, Tsai mengutip surat yang menurutnya diterima dari seorang pemuda Hong Kong. Namun Presiden Taiwan itu menyebutkan nama pemuda tersebut dan kapan surat itu ditulis.

“Cara demokratis penduduk di pulau itu berisiko bahaya yang ditimbulkan China dan berdampak terhadap Taiwan,” ujarnya di Taipe, melansir Reuters Minggu (29/12/2019).

Tsai Ing menambahkan Taiwan bisa bernasib seperti Hong Kong bila terus menerapkan UU darurat militer seperti yang diterapkan oleh pemerintah China. Rakyat Taiwan sudah melewati trauma di bawah UU darurat militer sebelum menerapkan demokrasi. Menurutnya ingin membaca surat pemuda itu untuk mengingatkan rakyat Taiwan tentang pentingnya suara mereka dalam pemilihan bulan depan.

“Pada 11 Januari, rakyat Taiwan akan menentukan nasibnya sendiri. Apakah akan tetap melanjutkan cara hidup demokrasi. Seluruh dunia akan menyaksikan apa yagn akan dilakukan Taiwan pada 11 Januari,” kata Tsai Ing.

China mengklaim Taiwan sebagai teritorinya, yang akan dikuasi kembali dengan secara paksa jika diperlukan. China akan menjadikan Taiwan seperti Hong Kong yakni di bawah model pemerintahan “satu negara, dua sistem” dengan memberikan otonomi tingkat tinggi.

Namun Tsai Ing menegaskan bahwa Taiwan sebagai negara merdeka dengan sebutan Republik China sebagai nama resminya. Tsai Ing dan lawan politiknya Han Kuo-yu yang lebih suka menjalin hubungan dekat dengan China sama-sama menolak penerapan model “satu negara, dua sistem”. Namun Tsai Ing berulangkali menyebutkan Han sebagai pendukug sistem “satu negara, dua sistem”. Han mengatakan Tsai Ing telah “menipu” rakyat Hong Kong untuk mendulang suara dan memenangkan pemilu.

“Mereka berdarah melawan China, sementara Anda menikmati perolahan suara. KampanyeAnda didasarkan pada darah rakyat Hong Kong. Anda mengeksploitasi nilai-nilai yang mereka junjung tinggi,” kata Han, mengutip pernyataan dari seorang pimpinan mahasiwa Hong Kong.

Han menuduh Tsai Ing, anggota senior Partai Progresif Demokratik munafik mengkritik sikap pemerintah China terhadap Hong Kong. Padahal ia pernah berkunjung ke China, awal tahun lalu. “Dan, Anda mengkritik saya karena mendukung konsep “satu negara, dua sistem”,” katanya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia NewsAsia TerkiniChinaHong Kong RevolutionPemilu TaiwanTaiwanTiongkokUnjukrasa Hong Kong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.