• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Dukungan Inggris Perkuat Langkah Indonesia Wujudkan Ekonomi Rendah Karbon

by Redaksi Asiatoday
November 1, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dukungan Inggris Perkuat Langkah Indonesia Wujudkan Ekonomi Rendah Karbon

Pengembangan energi terbarukan, menjadi salah satu komitmen ekonomi rendah karbon di Indonesia. Dok Bappenas

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia Suharso Monoarfa kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk implementasi ekonomi hijau.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Menteri Pasifik dan Lingkungan Hidup Inggris Lord Zac Goldsmith, Jumat (29/10/2021).

Menurut Suharso, komitmen Indonesia dalam ekonomi hijau akan dijalankan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, melalui program Low Carbon Development Initiative atau Pembangunan Rendah Karbon (PRK).

RelatedPosts

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

President Prabowo to Launch CATL-Antam Battery Megaproject in July

Program itu juga didorong melalui kerja sama antara Indonesia-Inggris, dan saat ini tengah memasuki fase transisi ke tahap kedua. Fase tersebut akan dimulai pada 2022 hingga 2025, dengan target yang lebih strategis dan berdampak secara jangka panjang.

“Kolaborasi pemerintah Indonesia dan Inggris telah memberikan landasan yang kokoh bagi Indonesia untuk bergerak menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan melalui berbagai studi kebijakan, seperti food loss and waste, carbon tax, carbon pricing, efisiensi energi, serta keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan perubahan iklim,” jelas Suharso di London, dikutip dari siaran resmi, Senin (1/11/2021).

Sebelumnya di 2019, Kementerian PPN/Bappenas bersama konsorsium penelitian dan mitra pembangunan telah mengembangkan laporan “Perubahan Paradigma Menuju Perekonomian Hijau di Indonesia”. Laporan itu menghasilkan temuan kunci: pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan dapat menghasilkan tingkat pertumbuhan PDB rata-rata 6 persen per tahun, hingga strategi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 43 persen pada 2030.

Bappenas lalu mengintegrasikan temuan tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, salah satunya dengan menjadikan pengurangan emisi gas rumah kaca sebagai indikator pembangunan ekonomi makro.

Pada tahun ini, bersama UK-Foreign, Commonwealth & Development Office dan didukung New Climate Economy serta World Resources Institute, Bappenas menyusun laporan “Ekonomi Hijau untuk Menuju Net-Zero Emissions di Masa Mendatang”.

Laporan ini membahas tema Build Back Better, atau komitmen untuk bangkit dari pandemi Covid-19 serta menuju ekonomi hijau dan untuk mencapai net-zero emissions paling lambat pada 2060.

“Berdasarkan Laporan Ekonomi Hijau yang Bappenas terbitkan bulan ini, skenario Net-Zero akan membawa manfaat tambahan dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan, sebagai upaya yang tidak terpisahkan dari langkah-langkah pemulihan Covid-19, sekaligus berkontribusi dalam menjaga suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius yang turut menjadi tujuan bersama Indonesia-Inggris,” pungkas Suharso. (ATN)

Tags: Ekonomi HijauGreen EconomyGreen EnergyKerjasama Indonesia-InggrisNet ZeroPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.