• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Dunia Krisis Gandum, Indonesia Fokus Hilirisasi Sorgum

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dunia Krisis Gandum, Indonesia Fokus Hilirisasi Sorgum 1

Komoditi Sorgum. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Di tengah krisis gandum yang dialami dunia, Indonesia mulai fokus mengembangkan komoditi Sorgum.

Pasalnya, Sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang saat ini mengalami permasalahan di dunia.

Saat ini, sejumlah negara telah mengeluarkan kebijakan pelarangan ekspor gandum, antara lain Kazakhstan, India, Afganistan, Serbia, hingga Ukraina.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar segera membuat peta jalan (roadmap) terkait produksi dan hilirisasi Sorgum hingga tahun 2024 mendatang.

“Presiden telah memerintahkan agar dibuatkan roadmap sampai tahun 2024,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai rapat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (04/08/2022).

Airlangga Hartarto mengatakan bahwa hingga saat ini realisasi pengembangan sorgum masih sekitar 4.355 hektar yang tersebar di enam provinsi dengan hasil produksi mencapai 15.243 ton atau sekitar 3,36 ton per hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga melaporkan terkait target musim sasaran tanam sorgum pada tahun 2022 sebesar 15.000 hektare. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengembangan sasaran tanam sorgum hingga 154 ribu hektare pada tahun 2024 mendatang.

“Presiden minta bahwa diprioritaskan untuk daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kabupaten Waingapu, dan di tahun 2023 dipersiapkan lahan sejumlah 115.000 hektare, dan di tahun 2024 sebesar 154.000 hektare,” ungkapnya.

Airlangga menjelaskan bahwa saat ini produksi Sorgum di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal tanaman tersebut diyakini mampu menjadi komoditas pengganti tanaman lainnya, seperti penganti jagung dalam bahan baku pembuatan pakan ternak, dan bisa juga dijadikan bioetanol.

“Industri pakan ternak sekarang bahan bakunya 50 persen jagung dan 50 persen protein lain. Tentu dari protein lain ini salah satunya sorgum bisa dijadikan untuk off-taker, untuk pakan ternak. Indonesia tentu punya beberapa alternatif, selain Sorgum itu bisa juga dari tanaman sagu dan singkong,” tandasnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi SorgumKrisis PanganLumbung Pangan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.