• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Efek Coronavirus, 500 Juta Penduduk Dunia Kini Diambang Kemiskinan

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Efek Coronavirus, 500 Juta Penduduk Dunia Kini Diambang Kemiskinan

Kemiskinan global meningkat tajam imbas pandemi Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Nirlaba internasional yang berbasis di Inggris, Oxfam, memperkirakan 500 juta orang atau 8 persen populasi penduduk dunia kini berada diambang jurang kemiskinan akibat pandemi global coronavirus (Covid-19).

Perkiraan angka kemiskinan itu dipaparkan dalam hasil penelitian King’s College London dan Australian National University.

Oxfam mendesak kepada sejumlah pemimpin dunia untuk melaksanakan langkah darurat guna menghentikan ancaman tersebut. Langkah darurat yang bisa dilakukan adalah dengan menyetujui paket penyelamatan komprehensif.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Bentuk paket yang mereka minta; penghimpunan dana sekitar US$2,5 triliun untuk membantu masyarakat rentan miskin tersebut. Dana bisa digunakan untuk pembatalan pembayaran utang negara berkembang senilai US$ 1 triliun pada 2020 dan US$ 1 triliun untuk menciptakan cadangan internasional baru.

“Menteri Keuangan G20, IMF dan Bank Dunia harus memberikan suntikan uang segera kepada negara-negara berkembang untuk membantu mereka menyelamatkan masyarakat miskin dan rentan,” kata Jose Maria Vera, Direktur Eksekutif Sementara Internasional Oxfam, dilansir AFP, Rabu (9/4/2020).

Menurutnya, jika langkah tersebut tidak segera dilakukan, dunia bisa menghadapi risiko. Menurut mereka risiko paling besar yang bisa terjadi adalah, perang melawan kemiskinan bisa mundur satu dekade.

Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) Suma Chakrabarti telah meminta masyarakat internasional untuk bergabung bersama memerangi virus corona dengan menjelaskan bahwa permintaan biaya darurat untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 cukup besar.

Kebutuhan tersebut muncul karena krisis yang ditimbulkan oleh virus corona belakangan ini telah menciptakan gangguan terbesar terhadap aktivitas ekonomi global sejak Perang Dunia Kedua.

Tak hanya bersuara, EBRD mengumumkan paket solidaritas 1,0 miliar euro. Chakrabarti mengatakan pihaknya sekarang sedang mengerjakan fase kedua dari programnya. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Kemiskinan IndonesiaOxfamPandemi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.