• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Efek Covid-19, British Petroleum Rugi Rp247 Triliun

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Efek Covid-19, British Petroleum Rugi Rp247 Triliun

Fasilitas kilang British Petroleum (BP). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global coronavirus (Covid-19) berimbas pada industri minyak dunia, salah satunya British Petroleum (BP).

Raksasa minyak yang berbasis di Inggris ini mengalami kerugian hingga USD16,85 miliar atau setara Rp247,2 triliun pada kuartal II 2020.

Menurut BP, pandemi Covid-19 membuat permintaan minyak anjlok dan mempengaruhi harga sehingga perdagangan minyak saat ini dinilai fluktuatif dan menantang.

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

“Ke depan, prospek harga komoditas dan permintaan produk tetap menantang dan tidak pasti,” jelas BP, Selasa (4/8/2020).

Pada periode yang sama tahun lalu, BP membukukan laba bersih sebesar USD1,82 miliar. Looney mengungkap BP akan memotong sekitar 10.000 pekerjaan, atau 15 persen dari tenaga kerja global karena dampak pandemi.

Belum lama ini, BP mengumumkan menjual bisnis petrokimia mereka ke kompetitor swasta mereka yakni Ineos senilai USD5 miliar. Penjualan ini dilakukan untuk mendapatkan dana segar.

Selain laporan keuangan yang merugi, BP pun mulai menetapkan rincian tentang bagaimana perusahaan bisa mencapai emisi nol persen untuk perusahaan pada 2050.

BP menargetkan akan beralih dari perusahaan minyak internasional ke perusahaan energi terintegrasi. BP mengatakan bahwa tahun mendatang, produksi minyak dan gas perusahaan diperkirakan akan berkurang setidaknya satu juta barel minyak per hari atau 40 persen bila dibandingkan dengan 2019 .

“Tahun mendatang sangat penting bagi dunia dalam perang melawan perubahan iklim, dan untuk mendorong perubahan yang diperlukan dalam sistem energi global akan membutuhkan tindakan dari semua orang,” tandas Looney. (ATN)

Tags: British PetroleumEnergi Baru TerbarukanMinyak Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.