• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, Garuda Indonesia Rugi Rp15,3 Triliun di Kuartal III 2020

by Redaksi Asiatoday
November 7, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Manajemen Internal, Garuda Hentikan Sementara Penerbangan Jakarta-Eropa

Garuda Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengalami kerugian sebesar USD1,07 miliar atau Rp 15,3 triliun di kuartal III 2020. Kerugian sebagai imbas pandemi Covid-19.

Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan berhasil mencatatkan laba sebesar USD122,4 juta.

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian Garuda Indonesia, Jumat (6/11/2020), faktor yang menyebabkan kerugian adalah menurunnya pendapatan.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Pada kuartal III ini, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan sebesar USD1,13 miliar, turun 67,83 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD3,54 miliar. Rugi per saham dasar tercatat USD 0,04152.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal juga turun signifikan menjadi USD917,2 juta dari sebelumnya USD2,79 miliar. Demikian pula dengan penerbangan tidak berjadwal sebesar USD46,9 juta dari sebelumnya USD249,9 juta.

Kemudian, pendapatan lainnya menurun menjadi USD174,5 juta dari sebelumnya USD 494,8 juta.

Garuda Indonesia mencatat penurunan beban usaha di kuartal sebesar USD2,24 miliar, turun 31,71 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD3,28 miliar.

Perusahaan juga mencatat adanya beban lain-lain sebesar USD30,5 juta dari sebelumnya surplus USD13,6 juta.

Liabilitas Garuda Indonesia pada kuartal III ini tercatat sebesar USD10,36 miliar, serta ekuitas sebesar negatif USD455,5 juta. Total aset perseroan sendiri naik menjadi USD9,90 miliar dibanding periode Desember 2019 sebesar USD4,45 miliar.

Sebagai strategi di masa pandemi, Garuda Indonesia pekan ini akan meluncurkan 3 rute penerbangan baru menuju destinasi wisata unggulan nasional. Rute tersebut yakni Surabaya – Labuan Bajo (PP), Surabaya – Batam – Medan (PP), dan Solo – Denpasar (PP).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pembukaan 3 rute penerbangan baru tersebut, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam meningkatkan potensi dan memperluas pasar penerbangan domestik, khususnya pada berbagai destinasi wisata unggulan nasional.

“Dibukanya ketiga rute penerbangan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan, dan pilihan yang lebih beragam bagi pengguna jasa yang akan melaksanakan perjalanan ke destinasi unggulan pariwisata nasional dari sejumlah kota besar di Indonesia,” kata Irfan, Kamis (5/11/2020).

Diluncurkannya 3 rute baru ini juga menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam upaya mendukung pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional  dengan mendorong geliat pariwisata nasional.

Menurut Irfan, pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam mendukung aksesibilitas serta mendorong geliat pariwisata pada destinasi pariwisata nasional.

Adapun rute penerbangan langsung Surabaya – Labuan Bajo (PP) akan mulai beroperasi pada tanggal 6 November 2020 dengan frekuensi penerbangan sebanyak 2 kali dalam seminggu yakni setiap hari Senin dan Jumat dengan menggunakan armada Bombardier CRJ-1000 Next Generation.

Selanjutnya, rute Solo – Denpasar (PP) akan mulai beroperasi pada tanggal 6 November 2020 dengan frekuensi penerbangan sebanyak 2 kali dalam seminggu yakni setiap hari Jumat dan Minggu dengan menggunakan armada Boeing B737-800 NG.

Sementara itu, untuk rute Surabaya – Batam – Medan (PP) akan dilayani mulai tanggal 7 November 2020 dengan frekuensi penerbangan sebanyak 2 kali dalam seminggu yakni setiap hari Kamis dan Sabtu. Penerbangan ini menggunakan armada Garuda Indonesia Boeing B737-800 NG. (ATN)

Tags: Garuda IndonesiaIndustri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.