• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Efek Covid-19, Kanada Pulangkan Dua Satwa Panda ke China

by Redaksi Asiatoday
May 14, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Efek Covid-19, Kanada Pulangkan Dua Satwa Panda ke China

Er Shun dan Da Mao. Ist

ASIATODAY.ID, MONTREAL – Pandemi coronavirus (Covid-19) membuat Kebun Binatang Calgary di Kanada akhirnya memulangkan dua panda raksasa ke China.

Pasalnya, penerbangan yang terganggu akibat Covid-19, menyulitkan pihak kebun binatang memperoleh bambu segar. Maklum, sebelumnya bambu segera didatangkan langsung dari China untuk dua panda tersebut.

“Tim Kebun Binatang Calgary bekerja tanpa lelah untuk memasok bambu alternatif, dan menemukan cara untuk menjaga agar panda raksasa tetap diberi makan. Namun dengan pengiriman yang lebih lambat menyebabkan beberapa bambu berkualitas buruk, yang tidak akan dimakan oleh panda raksasa,” kata pengelola kebun binatang tersebut pada Rabu (13/5/2020).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

“Mengetahui kemungkinan gelombang kedua Covid-19, dan tantangan rantai pasokan bambu akan terus berdampak negatif pada kemampuan kebun binatang menyediakan bambu untuk panda raksasa, Kebun Binatang Calgary merasa sangat penting untuk memindahkan Panda raksasa kembali ke China, dimana ada sumber bambu lokal yang melimpah,” lanjut Calgary.

Melansir South China Morning Post, Panda raksasa diberi makan hampir secara eksklusif pada bambu segar, dan setiap panda dewasa mengunyah sekitar 40 kg bambu setiap hari.

“Kami percaya tempat terbaik dan teraman bagi Er Shun dan Da Mao selama masa-masa yang penuh tantangan dan belum pernah terjadi sebelumnya ini adalah di mana bambu berlimpah dan mudah diakses,” kata presiden dan kepala eksekutif Kebun Binatang Calgary Clément Lanthier.

“Ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk dibuat tetapi kesehatan dan kesejahteraan hewan yang kita cintai dan rawat selalu menjadi yang utama,” imbuhnya.

Er Shun dan Da Mao tiba di Kanada pada 2013 sebagai bagian dari perjanjian 10 tahun antara Kanada dan China.

Keduanya menghabiskan lima tahun di Kebun Binatang Toronto dan tiba di Calgary pada Maret 2018 bersama anak-anak mereka, Jia Panpan dan Jia Yueyue, yang sudah kembali ke China.

Kebun binatang mengatakan kedua Panda itu akan sangat dirindukan oleh staf, sukarelawan, donor dan pengunjung dari seluruh dunia.

Meskipun perpisahan secara pribadi tidak mungkin dilakukan selama penutupan sementara kebun binatang, publik dapat melihat panda secara online melalui PandaCam. (ATN)

Tags: Calgary ZooChinaEr Shun dan Da MaoKanadaKonservasi SatwaPandaSpesies Langka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.