• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, Maskapai AirAsia X Rugi Rp84 Triliun

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Efek Covid-19, Maskapai AirAsia X Rugi Rp84 Triliun

Maskapai AirAsia X, (AirAsia Group). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global Covid-19 berdampak besar terhadap maskapai penerbangan jarak jauh Malaysia AirAsia X, (AirAsia Group).

Pasalnya, maskapai milik taipan Malaysia Tony Fernandes itu mengalami kerugian MYR 24,6 miliar atau setara Rp 84 triliun pada kuartal II 2021.

Nilai tersebut menjadi kerugian kuartal terbesar yang pernah dialami perusahaan. Tercatat pada tahun lalu, kerugian yang dialami AirAsia X adalah MYR 305 juta (Rp 1 triliun).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sebagaimana dilaporkan Forbes, Rabu (13/10/2021), pembatasan perjalanan untuk menghentikan laju penyebaran COVID-19 menjadi penyebab utama AirAsia X merugi. Ini disampaikan perusahaan dalam sebuah pernyataan kepada Bursa Malaysia.

Kerugian diperparah karena adanya biaya provisi sebesar MYR 23,8 miliar atau Rp81,3 triliun kepada kreditor. Perusahaan mengalami default atau gagal bayar sesuai dengan kontrak yang ditetapkan.

“Kewajiban kontraktual yang menghasilkan provisi akan dibebaskan setelah berhasil menyelesaikan latihan restrukturisasi utang yang diusulkan,” jelas manajemen AirAsia X.

Maskapai penerbangan ini telah melakukan negosiasi dengan kreditur. Tujuannya untuk merestrukturisasi utang di tengah meningkatnya kerugian akibat pandemi.

Perusahaan juga mempertimbangkan pengembalian sejumlah armada kepada lessors untuk menghentikan penerbangan yang tidak menguntungkan dan fokus kepada rute-rute tertentu.

Industri perjalanan dan maskapai penerbangan menjadi yang paling terpukul selama pandemi. Pasalnya, negara-negara di seluruh dunia memilih untuk menutup perbatasan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Oleh karena itu, AirAsia Group beralih ke dalam bisnis digital untuk mengatasi kerugian karena pembatasan perjalanan dan permintaan kargo yang menurun.

Fernandes dan mitra bisnisnya, Kamaruddin Meranun, mengambil alih AirAsia pada 2001 untuk menciptakan maskapai dengan biaya rendah. Harapannya perjalanan lewat udara menjadi lebih terjangkau.

Diketahui Fernandes keluar dari daftar 50 orang terkaya Malaysia pada tahun ini. Ia memiliki minat di bidang perhotelan, asuransi, dan pendidikan. (ATN)

Tags: AirAsiaAirAsiaXIndustri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.