• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Digitalisasi, Ribuan Kantor Cabang Bank Tutup di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 26, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Merajai Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Transformasi digital. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tranformasi digital di Indonesia berdampak besar terhadap dunia perbankan. Pasalnya, di era digital saat ini terjadi pergeseran transaksi oleh setiap nasabah, dari semula melalui bank, kini beralih ke platform digital. Dampaknya, banyak bank terpaksa menutup kantor cabangnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia mencatat, dalam waktu kurang 5 tahun, terjadi penurunan jumlah jaringan kantor bank sebanyak 2.593 unit.

“Terkait dengan fenomena penurunan jaringan kantor bank, dari tahun 2017 hingga Agustus 2021 terdapat 2.593 kantor yang tutup,” jelas Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Teguh Supangkat saat launching Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Namun di sisi lain kata Teguh, terjadi peningkatan transaksi mobile banking dan internet banking lebih 300% dari tahun 2016 hingga Agustus 2021. Khususnya untuk transaksi internet banking dari tahun 2016 hingga Agustus 2021 mengalami kenaikan hampir 50%.

“Hal lain yang naik cukup signifikan adalah transaksi uang elektronik, yaitu dari 2015 ke tahun 2020 ini meningkat hampir 4.000% dari Rp 5,28 triliun menjadi Rp 204,9 triliun,” jelasnya.

Selain itu terjadi peningkatan realisasi layanan perbankan elektronik dan layanan perbankan digital. Di tahun 2018 terdapat realisasi 85 layanan, tahun 2019 terdapat realisasi 112 dan tahun 2020 terdapat realisasi 124 layanan perbankan elektronik dan layanan perbankan digital.

OJK sendiri baru saja meluncurkan Cetak Biru (blueprint) transformasi digital perbankan yang akan memberikan arah pengembangan digitalisasi perbankan. Blueprint ini juga merupakan respons kebijakan untuk memitigasi berbagai tantangan dan risiko dari transformasi digital perbankan.

Cetak biru transformasi perbankan ini memberikan pedoman dalam lima elemen, yaitu mengenai data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, dan tatanan institusi. (ATN)

Tags: Digital PerbankanIndustri PerbankanOtoritas Jasa KeuanganTransaksi DigitalTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.