• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Digitalisasi, Ribuan Kantor Cabang Bank Tutup di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 26, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Merajai Pertumbuhan Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Transformasi digital. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tranformasi digital di Indonesia berdampak besar terhadap dunia perbankan. Pasalnya, di era digital saat ini terjadi pergeseran transaksi oleh setiap nasabah, dari semula melalui bank, kini beralih ke platform digital. Dampaknya, banyak bank terpaksa menutup kantor cabangnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia mencatat, dalam waktu kurang 5 tahun, terjadi penurunan jumlah jaringan kantor bank sebanyak 2.593 unit.

“Terkait dengan fenomena penurunan jaringan kantor bank, dari tahun 2017 hingga Agustus 2021 terdapat 2.593 kantor yang tutup,” jelas Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Teguh Supangkat saat launching Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10/2021).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Namun di sisi lain kata Teguh, terjadi peningkatan transaksi mobile banking dan internet banking lebih 300% dari tahun 2016 hingga Agustus 2021. Khususnya untuk transaksi internet banking dari tahun 2016 hingga Agustus 2021 mengalami kenaikan hampir 50%.

“Hal lain yang naik cukup signifikan adalah transaksi uang elektronik, yaitu dari 2015 ke tahun 2020 ini meningkat hampir 4.000% dari Rp 5,28 triliun menjadi Rp 204,9 triliun,” jelasnya.

Selain itu terjadi peningkatan realisasi layanan perbankan elektronik dan layanan perbankan digital. Di tahun 2018 terdapat realisasi 85 layanan, tahun 2019 terdapat realisasi 112 dan tahun 2020 terdapat realisasi 124 layanan perbankan elektronik dan layanan perbankan digital.

OJK sendiri baru saja meluncurkan Cetak Biru (blueprint) transformasi digital perbankan yang akan memberikan arah pengembangan digitalisasi perbankan. Blueprint ini juga merupakan respons kebijakan untuk memitigasi berbagai tantangan dan risiko dari transformasi digital perbankan.

Cetak biru transformasi perbankan ini memberikan pedoman dalam lima elemen, yaitu mengenai data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, dan tatanan institusi. (ATN)

Tags: Digital PerbankanIndustri PerbankanOtoritas Jasa KeuanganTransaksi DigitalTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.