• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Kontraksi, Singapura Terancam Resesi

by Redaksi Asiatoday
May 25, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Kontraksi, Singapura Terancam Resesi

Negeri Singapura. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ekonomi Singapura terancam mengalami resesi setelah ekonomi negeri itu kontraksi pada kuartal I/2023.

Dikutip dari Reuters pada Kamis (25/5/2023), badan statistik Singapura melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) naik 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Namun, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2023 terkontraksi 0,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (qtq), berbalik dari pertumbuhan 0,1 persen pada kuartal IV/2022.

Kontraksi yang dialami Singapura membuat negara ini berisiko mengalami resesi teknis jika terjadi kontraksi lagi pada kuartal II/2023.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Singapura bergantung pada arus perdagangan untuk menjaga ekonominya tetap berdenyut, meskipun permintaan eksternal melandai menyusul kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi yang masih kuat.

Menurut Ekonom Maybank, Chua Hak Bin, resesi teknis yang berarti kontraksi selama dua kuartal berturut-turut mungkin terjadi jika dorongan dari pembukaan kembali China gagal terwujud pada kuartal kedua.

“Kembalinya turis-turis China lebih merupakan ‘riak kecil daripada banjir,” katanya.

Kementerian Perdagangan Singapura memperkirakan resesi teknis tahun ini tidak akan terjadi, namun mereka mengakui bahwa prospek permintaan eksternal untuk sisa tahun ini telah melemah.

Kepala ekonom Kementerian Perdagangan Yong Yik Wei mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan pertumbuhan kuartalan yang rendah di paruh pertama tahun ini dan peningkatan momentum setelahnya.

“Namun jelas, mengingat risiko-risiko penurunan dan prospek yang melemah, kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa akan ada beberapa kuartal dengan pertumbuhan qtq negatif tahun ini,” ungkapnya.

Secara terpisah, bank sentral Singapura atau Singapore Monetary Authority mengatakan bahwa kebijakan moneternya saat ini sudah tepat namun tetap mengawasi tren pertumbuhan dan inflasi. Bank sentral tidak mengubah kebijakan moneter bulan lalu, setelah melakukan pengetatan lima kali berturut-turut sejak Oktober 2021, termasuk dalam dua langkah di luar siklus tahun lalu pada Januari dan Juli.

Kementerian Perdagangan mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB sebesar 0,5 persen hingga 2,5 persen tahun ini, dengan pertumbuhan kemungkinan besar akan berada di sekitar titik tengah kisaran tersebut. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Resesi EkonomiSingapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.