• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Ekspansi ke Bisnis Non Batu Bara, Indika Energy Siapkan Rp3 Triliun Per Tahun

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2022
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspansi ke Bisnis Non Batu Bara, Indika Energy Siapkan Rp3 Triliun Per Tahun

Fasilitas PT Indika Energy Tbk. (INDY). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Indika Energy Tbk. (INDY) menyiapkan belanja modal antara US$150 juta atau Rp2,28 triliun hingga US$200 juta atau Rp3,04 triliun per tahun untuk pengembangan bisnis non batu bara (nilai tukar Rp15.200).

Head of Investor Relations Indika Energy Ricardo Silaen mengungkapkan, perusahaan akan menaikan anggaran belanja modal dengan fokus pengembangan bisnis non batu bara.

“Pada 3 hingga 4 tahun ke depan belanja modal antara US$150–US$200 juta per tahun. Sementara itu, strategi belanja modal di bisnis batu bara saat ini lebih fokus mempertahankan belanja modal. Tidak akan investasi baru akuisisi, kami akan lakukan pengembangan non batu bara,” jelasnya dalam diskusi virtual Indonesia Investment Education, Sabtu (1/10/2022).

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

Berdasarkan catatannya, belanja modal 2022 dianggarkan US$113 juta atau Rp1,71 triliun. Nilai tersebut, mayoritas dipakai untuk pengembangan bisnis non batu bara. Belanja modal terbesar dipakai untuk bisnis tambang emas baru Awakmas dengan nilai US$32 juta.

Selanjutnya, bisnis solar panel lewat anak usaha EMITS, dianggarkan belanja modal US$21 juta.

Sedangkan untuk bisnis batu bara sebagai belanja modal rutin di Kideco disiapkan US$17 juta dan Indika Resources US$14 juta.

Belanja modal di bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga cukup tinggi dengan belanja modal pada PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) produsen sepeda motor listrik Indika senilai US$12 juta.

Terakhir, belanja modal pada sumber energi berbasis alam, yakni PT Indika Multi Properti sebagai produsen energi dari pohon senilai US$11 juta.

INDY memiliki target kontribusi pendapatan pada 2025 sebesar 50 banding 50 antara bisnis batu bara dan non batu bara.

Adapun, per Semester I/2022, kontribusi pendapatan dari sektor batu bara mencapai 90,4 persen, sedangkan bisnis non batu bara hanya 9,6 persen. Realisasi hingga Semester I/2022 tersebut karena peningkatan harga batu bara yang signifikan, padahal pada 2020 bisnis non batu bara sempat berkontribusi hingga 25 persen dari pendapatan INDY. (ATN)

Tags: Indika Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.