• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Manggis Indonesia Capai 45,33 Ribu Ton, Terbesar ke China

by Redaksi Asiatoday
May 16, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ekspor Manggis Indonesia Capai 45,33 Ribu Ton, Terbesar ke China

Buah Manggis Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat adanya peningkatan permohonan fasilitasi ekspor buah manggis ke China sebanyak 111 persen pada periode kuartal pertama tahun 2020 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tercatat ekspor buah tropis eksotik ke China sebanyak 34,71 ribu ton dengan total pengiriman 2.980 kali, sementara pada periode sama tahun 2019 hanya berhasil membukukan 16,43 ribu ton dengan total pengiriman 1.829 kali.

“Kenaikannya cukup signifikan dan tentunya ini menjadi kabar menggembirakan, terlebih disituasi yang serba melamban akibat pandemi COVID-19 ini. Selamat bagi para petani manggis yang telah berhasil menghasilkan produk berkualitas ekspor,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil melalui keterangan tertulisnya, yang diterima Sabtu (16/5/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Jamil, berdasarkan data sertifikasi ekspor yang tercatat pada sistem automasi perkarantinaan, IQFAST, trend ekspor manggis menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Hal ini berkat upaya dan kerja keras petani, kelompok tani dan pemilik rumah kemas sehingga protokol ekspor dapat dipenuhi dan pelayanan pemeriksaan karantina semakin efektif.

Secara total keseluruhan fasilitasi ekspor manggis Indonesia pada bulan Januari hingga April tahun 2020 sebanyak 45,33 ribu ton dengan pengiriman 4,427 kali atau secara keseluruhan juga naik dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 21,05 ribu ton.

Sedangkan negara tujuan ekspor saat ini didominasi China, yakni sebanyak 77 persen, selebihnya negara Australia, Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Perancis dan Belanda.

Penguatan Sistem Perkarantinaan

Kepala Bidang Karantina Non Benih, Turhadi yang turut memberikan keterangan menjelaskan bahwa keberhasilan komoditas asal sub sektor hortikultra ini dalam menembus pasar global merupakan pencapaian penting.

Hal tersebut karena setiap negara mitra dagang memiliki persyaratan teknis yang ketat khususnya China. Standar baku mutu ini tertuang pada protokol impor manggis yang telah disepakati antara Indonesia dan negara mitra, dan harus dipenuhi agar produk yang diekspor dapat diterima.

“Inilah peran yang diemban Barantan selaku otoritas karantina untuk melakukan sinkronisasi persyaratan ekspor pada tiap produk pertanian, termasuk manggis,” jelas Turhadi.

Untuk itu, diperlukan upaya terus menerus untuk penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti fasilitas pemeriksaan baik sarana dan prasarana laboratorium serta kemampuan petugasnya guna memastikan kesehatan dan keamanan produk sesuai protokol ekspor negara mitra dagang.

“Inilah adalah tugas kami untuk mengawal juga memastikan seluruh persyaratan teknis sanitari dan fitosanitarinya terpenuhi,” ujar Turhadi.

Dorong Hilirisasi

Jamil menambahkan, sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, Red) bahwa saat ini Kementan juga terus memperbaiki iklim investasi pertanian dengan melakukan deregulasi serta penyediaan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini ditujukan untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi industri produk pertanian.

“Diharapkan segera dimanfaatkan oleh dunia usaha, supaya komoditas pertanian mendapat nilai tambah. Jangan lagi ekspor buah segar atau bahan mentah, minimal berupa setengah jadi atau bahan jadi seperti ekstrak manggis,” ujar Jamil.

Seluruh direktorat teknis dilingkup Kementan fokus pada program peningkatan produksi dan nilai tambah, khususnya bagi komoditas strategis dan juga komoditas yang memiliki potensi dan peluang ekspor.

Kementan juga pembangunan pertanian berbasis kawasan dan sudah menyiapkan aplikasi peta potensi komoditas ekspor, (iMACE) sebagai alat bantu dalam pengambilan kebijakan.

“Ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik saat ini. Selain bernilai tambah, tahan lama dan mudah mengemasnya juga menambah devisa negara, tentunya berdampak bagi kesejahteraan petani manggis,” tandas Jamil. (ATN)

Tags: Ekspor IndonesiaEkspor PertanianKementanKerjasama Indonesia-Arab SaudiKerjasama Indonesia-BelandaKerjasama Indonesia-ChinaKerjasama Indonesia-Uni Emirates Arab
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.