• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Palm Kernel Indonesia ke Malaysia Capai 640 Ton per Bulan

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ekspor Palm Kernel Indonesia ke Malaysia Capai 640 Ton per Bulan

Palm Kernel (Minyak Inti) Kelapa Sawit. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan kini dikenal sebagai salah satu produsen Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar ekspor dunia.

Selain CPO, Indonesia juga mengekspor palm kernel (minyak inti sawit) ke sejumlah negara. Salah satu tujuan ekspor palm kernel adalah Malaysia.

Menurut Lili Andriani dari PT JAS Mulia, palm kernel ini sangat diminati sejumlah perusahaan di Malaysia.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami sudah melakukan kontrak kerjasama dengan sejumlah perusahaan Malaysia, sehingga sejak dua tahun terakhir ekspor minyak inti sawit bisa dilakukan secara rutin minimal 1 kali per bulan,” terang Lili Andriani dalam siaran pers yang diterima Jumat (23/8/2019).

Lili juga mengatakan, PT JAS Mulia tak mengekspor produk sawit, seperti CPO ke negara lain. ”Sampai saat ini kami masih fokus ekspor palm kernel ke Malaysia,” ujarnya.

Tercatat, hingga April 2019 lalu, PT JAS Mulia yang menjadi binaan Kementerian Pertanian (Kementan) sudah ekspor palm kernel ke Negeri Jiran sebanyak dua kali setiap bulan sebanyak 640 ton/bulan. Bahkan, PT JAS Mulia selama dua tahun terakhir, rutin ekspor palm kernel ke Malaysia.

“Rencananya ekspor palm kernel ke Malaysia ini bisa ditingkatkan 3 kali sebulan. Tapi, dikarenakan bahan bakunya terbatas, setelah April 2019 kami hanya mampu ekspor rata-rata sebanyak 1 kali sebulan,” kata Lili Andriani.

Menurut Lili, palm kernel yang diekspor hingga April 2019 lalu harganya sebesar US$ 180/ton. Palm kernel yang diekspor tersebut semuanya berasal dari petani sawit Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Untuk mendapatkan bahan baku palm kernel tersebut, kami melakukan kemitraan dengan petani sawit dan 10 supplier. Jadi, semua palm kernel yang kami ekspor ini produk petani sawit Luwu Utara,” paparnya.

Lili mengatakan, pada 27 Mei lalu PT JAS Mulia ekspor palm kernel sebanyak 320 ton dengan harga USD150 per ton. Kemudian, pada 16 Juni ekspor palm kernel ke Negeri Jiran sebanyak 320 ton. Selanjutnya, pada 27 Juni perusahaan kembali ekspor palm kernel sebanyak 320 ton.

“Pada 10 Juli lalu kami juga ekspor palm kernel ke Malaysia sebnyal 320 ton dan pada 15 Agustus ekspor lagi sebanyak 320 ton,” ujar Lili.

Sebenarnya permintaan palm kernel dari Malaysia tiap bulan cukup banyak. Bahkan, dari sejumlah negara Asia lainnya ada yang minta kiriman dari PT JAS Mulai.

“Hanya saja, karena bahan bakunya sangat terbatas,kami belum bisa melayani permintaan sejumlah negara Asia. Sehingga kami masih fokus ekspor palm kernel ke Malaysia. Itu pun kami lakukan rata-rata hanya sekali sebulan,” tutur Lili.

“Selain bahan bakunya terbatas, harga palm kernel di pasar ekspor saat ini juga sedang turun, dari USD180 menjadi USD 150 per ton,” papar Lili.

Menurut Lili, sampai akhir Agustus 2019 sebenarnya sudah ada permintaan palm kernel untuk bahan baku pembuatan kosmetik, sabun dan industri lainnya di Malaysia dengan volume cukup banyak.

“Namun, sampai saat ini kami masih mengumpulkan bahan baku (palm kernel) ke petani. Rencananya, September nanti kami akan ekspor lagi palm kernel ke Malaysia,” kata Lili.

Seperti diketahui, pada April lalu PT JAS Mulia sempat ekspor palm kernel sebanyak 15 kontainer atau sekitar 313 ton senilai Rp 804 juta ke Malaysia. Ekspor palm kernel, yang merupakan salah satu komodotitas unggulan petani Masamba, Kabupaten Luwu Utara April lalu disaksikan langsung, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah akan terus mendorong ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Mengingat, Kabupaten Luwu Utara, merupakan salah satu pemasok ekspor komoditas minyak inti sawit di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tercatat, luas areal perkebunan sawit di Luwu Utara mencapai 20 ribu hektare (ha). Pada tahun 2018, ekspor palm kernel dari Sulsel mencapai Rp16,92 miliar. Sedangkan pada 2019 hingga triwulan pertama nilai ekspornya sebesar Rp10,29 miliar. Tujuan negara ekspor diantaranya Tiongkok dan Malaysia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor CPOEkspor IndonesiaEkspor PertanianEkspor SawitPalm KernelPCO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.