• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Elon Musk: Tesla Akan Ditutup Jika Mata-matai China

by Redaksi Asiatoday
March 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Elon Musk: Tesla Akan Ditutup Jika Mata-matai China

CEO Tesla,  Elon Musk. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – CEO Tesla,  Elon Musk menegaskan bahwa  perusahaannya akan ditutup jika mobil yang diproduksinya digunakan untuk aktivitas mata-mata.

Musk menegaskan hal itu setelah militer China melarang mobil Tesla diparkir di dalam kawasan permukiman militer yang diklaim sebagai obyek vital mereka.

“Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk sangat merahasiakan informasi apapun. Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di manapun, kami akan ditutup,” ujarnya pada Sabtu (20/3) dikutip dari Reuters.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sebuah sumber menyebut pada Jumat (19/3), militer China melarang mobil Tesla masuk kompleks obyek vital atau pangkalan militer mereka dengan alasan khawatir perangkat sensor dan kamera di mobil listrik itu bisa digunakan untuk memata-matai.

Larangan ini muncul saat para diplomat top China dan AS mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Alaska. Pertemuan ini adalah tatap muka pertama sejak Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menjabat pada Januari 2021.

Sementara itu dalam China Development Forum, pertemuan bisnis tingkat tinggi, Musk mendesak rasa saling percaya yang lebih besar antara dua kekuatan ekonomi besar di dunia.

China merupakan pasar mobil terbesar di dunia dan jadi medan pertempuran buat kendaraan listrik. Tesla berhasil menjual 147.445 unit kendaraan tahun lalu di China, atau 30 persen dari total penjualannya di seluruh dunia.

Akan tetapi, tahun ini Tesla bakal menghadapi banyak pesaing di pasar China. Sebab pabrikan Nio Inc., dan Geely juga berencana membuat mobil listrik dengan harga yang lebih murah. (ATN)

Tags: ChinaTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.