• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Energi Listrik di Asia Tenggara Masih Andalkan Batu Bara Hingga 2027

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Energi Listrik di Asia Tenggara Masih Andalkan Batu Bara Hingga 2027

Tambang Batu Bara di Kalimantan. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di Asia Tenggara masih mengandalkan batu bara sebagai sumber bahan bakar energi listrik hingga 2027.

Laporan terbaru Wood Mackenzie menunjukan bahwa pasar batu bara hingga 2027 masih akan mendominasi. Tercatat, batu bara menyumbang 36 persen dari bauran energi di wilayah Asia Tenggara.

Wood Mackenzie mencatat, total permintaan daya di Asia Tenggara berpotensi akan berlipat ganda dari 1,05 petawatt per jam (PwH) menjadi 2,46 PwH. Untuk memenuhi permintaan daya yang meningkat pesat, Asia Tenggara harus menginvestasikan rata-rata 17 miliar dolar AS per tahun.

RelatedPosts

Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

“Narasi seputar batubara telah menjadi pesimistis di seluruh dunia. Ini akan menghasilkan perlambatan bertahap kapasitas batu bara baru di Asia Tenggara. Namun, kenyataan meningkatnya permintaan listrik dan masalah keterjangkauan di wilayah ini berarti bahwa kami hanya akan mulai melihat penurunan daya batubara pasca 2030,” kata Research Associate Wood Mackenzie, Jacqueline Tao, melalui laporannya, Rabu (25/9/2019).

Batu bara tambahan akan menurun seiring waktu dengan menurunnya biaya energi terbarukan dan tekanan terhadap lingkungan. Pada tahun 2040, pembangkit listrik tenaga surya dan angin akan memimpin dalam campuran kapasitas daya di wilayah ini sebesar 35 persen atau 205 gigawatt (GW).

“Secara kolektif, investasi dalam pasokan tenaga angin dan matahari mencapai 23 persen dari total investasi daya, berjumlah lebih dari 89 miliar dolar AS dari tahun 2019 hingga 2040.

Hal ini terjadi walaupun energi terbarukan menjadi kurang kompetitif di wilayah ini dibandingkan dengan negara lain di dunia, dan tantangan seperti masalah pembebasan lahan dan intermittency,” tambah Tao.

Sementara permintaan gas terus tumbuh, prospek pasokan gas di wilayah ini sebagian besar masih terhambat karena banyak ladang yang sudah matang mengalami penurunan.

Paruh pertama tahun 2019 melihat tiga penemuan gas besar di wilayah ini, yang dapat mengarah pada kebangkitan kembali minat eksplorasi dan pengeluaran CAPEX di wilayah tersebut. Namun, tidak mungkin untuk menahan penurunan dari bidang yang sudah matang.

Negara-negara Asia Tenggara diperkirakan akan mengimpor lebih dari 100 juta ton per tahun (mmtpa) LNG pada tahun 2036. Ini mewakili peningkatan hampir 10 kali lipat dari impor 10-mmtpa pada tahun 2018. Diperlukan investasi besar dalam infrastruktur regasifikasi untuk memungkinkan hal ini volume LNG untuk memasuki pasar Asia Tenggara. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TenggaraBatu BaraEnergi HijauPembangkit ListrikWood Mackenzie
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.