• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Erdogan kepada Xi Jinping: Musliim Uighur Berhak Hidup Setara di China

by Redaksi Asiatoday
July 15, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Erdogan kepada Xi Jinping: Musliim Uighur Berhak Hidup Setara di China

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden China Xi Jinping. Dok

ASIATODAY.ID, ANKARA – Nasib muslim Uighur menjadi salah satu topik pembicaraan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden China Xi Jinping, Selasa (13/7/2021).

Dalam pembicaraan jarak jauh itu, Erdogan mengungkapkan bahwa sangat penting bagi Turki agar Muslim Uighur hidup dalam damai sebagai warga negara yang setara dengan penduduk lainnya di China.

“Erdogan menunjukkan bahwa penting bagi Turki utamanya orang-orang Turki Uighur hidup dalam kemakmuran dan perdamaian sebagai warga negara yang setara di China. Erdogan menyuarakan rasa hormat Turki terhadap kedaulatan dan integritas teritorial China,” demikian pernyataan kepresidenan Turki sebagaimana dilaporkan Reuters, Kamis (15/7/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Beberapa dari 40 ribu warga Uighur yang tinggal di Turki telah mengkritik pendekatan Ankara ke Beijing. Desakan itu muncul setelah kedua negara menyetujui perjanjian ekstradisi tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Maret kesepakatan itu mirip dengan yang dimiliki Turki dengan negara-negara lain. Dia membantah kesepakatan itu akan menyebabkan orang-orang Uighur dikirim kembali ke China.

Ratusan orang Uighur pun memprotes perlakuan terhadap kerabat etnis mereka di China selama kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Ankara pada Maret. Beberapa pemimpin oposisi Turki menuduh pemerintah Turki mengabaikan hak-hak Uighur demi kepentingan lain dengan China. Namun hal tersebut dibantah pemerintah.

Pakar dan kelompok hak asasi PBB memperkirakan lebih dari satu juta orang, terutama dari Uighur yang berbahasa Turki dan minoritas Muslim lainnya, telah ditahan dalam beberapa tahun terakhir di sistem kamp yang luas di wilayah Xinjiang barat China.

Beijing awalnya membantah kamp-kamp itu ada, tetapi sejak itu mengatakan tempat tersebut merupakan pusat kejuruan dan dirancang untuk memerangi ekstremisme. (ATN)

Tags: ErdoganSave UighurUighurXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.