• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Eropa Krisis Air, Aktivis Iklim Tutup Lubang Golf di Seluruh Spanyol

by Redaksi Asiatoday
July 3, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Protes Fosil Oil, Ribuan Aktivis Iklim Ditangkap

Aksi protes oleh kelompok iklim Extinction Rebellion di Den Haag pada Sabtu (27/5/2023). Foto: ER

ASIATODAY.ID, MADRID – Para aktivis iklim dari Extinction Rebellion (XR) melakukan aksi protes dengan menutup lubang di 10 lapangan golf seluruh Spanyol.

Para aktivis memprotes keberadaan lapangan golf yang menggunakan air secara berlebihan, di saat Eropa saat ini sedang dilanda kekeringan yang parah.

“Golf tidak memiliki tempat di dunia tanpa air,” demikian pernyataan kelompok tersebut dikutip dari AFP pada Senin (3/7).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Waspada kekeringan! Golf ditutup untuk keadilan iklim,” bunyi salah satu spanduk di lokasi golf yang ditinggalkan XR.

Setelah lubang-lubang itu ditutup, aktivis menggantinya dengan bibir pohon.

Mengutip laporan LSM Spanyol, Ecologist In Action, satu lubang golf menghabiskan lebih dari 100.000 liter air per hari untuk menjaga lingkungan di sekitarnya tetap hijau.

“Di Spanyol, 437 lapangan golf diairi setiap hari. Jumlah air yang digunakan mewakili tingkat konsumsi yang lebih tinggi daripada gabungan populasi Madrid dan Barcelona, untuk hiburan yang dinikmati oleh hampir 0,6 persen populasi,” imbuhnya.

Sementara itu, para ahli sebelumnya mengatakan bahwa beberapa bagian Spanyol menjadi wilayah yang paling kering dalam seribu tahun, dengan kekeringan yang berkepanjangan menghabiskan reservoir hingga setengah dari kapasitas normalnya.

Dan awal pekan ini, Observatorium Kekeringan Eropa mengatakan 60 persen wilayah Spanyol berada dalam siaga merah antara 1-10 Juni, karena kurangnya hujan dan gelombang panas pertama musim panas mendorong suhu lebih dari 44 derajat celcius. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: EcocideExtinction RebellionGolfKrisis Air Bersih
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.