• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

ESCAP : 2019 Jadi Tahun Terburuk Perdagangan Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ESCAP : 2019 Jadi Tahun Terburuk Perdagangan Asia Pasifik

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Asia-Pasifik (ESCAP) menyebutkan, tahun 2019 menjadi 12 bulan terburuk untuk perdagangan di Asia Pasifik sejak krisis keuangan global pada satu dekade lalu.

Situasi ini dipengaruhi oleh perang dagang dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dengan Cina.

ESCAP yang berbasis di Bangkok menjelaskan, ekonomi Asia Pasifik mengalami penurunan perdagangan barang dan jasa secara volume maupun nilai sepanjang 2019. Ini merupakan kejadian pertama kalinya dalam 1 tahun terakhir.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Berdasarkan volume, total ekspor di kawasan Asia Pasifik turun 2,5 persen, sementara impor turun 3,5 persen. Di bawah tekanan harga yang lebih rendah, nilai ekspor dan impor masing-masing turun 3,6 persen dan 4,8 persen. Data ini disampaikan ESCAP, seperti dilansir di South China Morning Post, Minggu (22/12/2019).

ESCAP memperkirakan, ekspor tahunan China turun 1,4 persen secara nilai tahun ini. Sedangkan, Hong Kong dan Singapura mengalami penurunan lebih dalam yaitu masing-masing 4,8 persen dan 14,9 persen. Ketiga ekonomi ini memiliki keterkaitan sangat erat, sehingga saat satu negara turun, negara lain berpotensi mengalami kondisi serupa.

Dari data ESCAP terlihat bahwa nilai ekspor dari empat negara maju di Asia Pasifik menurun 6,9 persen. Mereka adalah Australia, Jepang, Selandia Baru dan Korea. Nilai itu jauh lebih dalam dibandingkan penurunan 2,6 persen yang dialami di seluruh negara berkembang Asia Pasifik.

Laporan ESCAP menuliskan, pada 2020, ekspansi ekspor dan impor kawasan Asia Pasifik masing-masing 1,5 dan 1,4 persen.

“Tapi, ini tergantung pada apakah perjanjian sementara AS dengan Cina dapat mengurangi beberapa ketidakpastian kebijakan,” tulisnya.

Bahkan, jika AS dan Cina telah mencapai kesepakatan perdagangan sementara, risiko penurunan ekspansi impor dan ekspor tetap ada. Sebab, masih ada tindakan pembatasan lain yang berpotensi dilaksanakan. Konflik terkait kekayaan intelektual, transparansi dan intervensi pasar masih berlanjut. Selain itu, potensi pembatasan baru juga dapat mencakup sektor yang memilki supply chain global seperti sektor otomotif. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia PasifikEkonomi Asia PasifikESCAPPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.