• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Eskalasi Memanas, China Usir Kapal Perang Amerika dari Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
May 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Eskalasi Memanas, China Usir Kapal Perang Amerika dari Laut China Selatan

USS Mustin. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Eskalasi konflik di Laut China Selatan (LCS) kian memanas.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China pada Kamis mengusir sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang masuk tanpa izin ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha (Paracel) di Laut China Selatan

Kapal yang diusir adalah USS Mustin yang dilengkapi rudal terpandu.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kepulauan Paracel merupakan wilayah yang jadi sengketa antara China dan beberapa negara Asia Tenggara.

Juru bicara Komando Teater Selatan PLA, Kolonel Senior Li Huamin, mengatakan operasi Washington di tengah pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa Amerika adalah sumber yang menyabotase perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Menurutnya, Komando Teater Selatan PLA mengorganisir pasukan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mengikuti kapal USS Mustin ketika secara ilegal masuk ke lepas Kepulauan Xisha pada Kamis.

“Pasukan Komando Teater Selatan PLA mengikuti dan memantau jalurnya, mengidentifikasi kapal, memperingatkan dan mengusirnya,” kata Li, melansir Global Times, Jumat (29/5/2020).

“Tindakan provokatif ini, tindakan navigasi hegemonik terang-terangan, secara serius melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China serta hukum dan norma internasional terkait, dan secara serius menyabot perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut Cina Selatan,” tegasnya.

Ini bukan pertama kalinya PLA mengusir kapal perang AS dari Laut China Selatan tahun ini. Peristiwa serupa terjadi pada akhir Januari yang dialami kapal perang USS Montgomery di dekat Kepulauan Nansha (Spratly). Kemudian pada awal Maret dialami kapal USS McCampbell di dekat Kepulauan Xisha dan pada akhir April dialami kapal USS Barry juga di dekat Kepulauan Xisha.

Sebelumnya, Amerika telah mengerahkan dua pesawat pembom B-1B Lancer di atas kawasan Laut China Selatan. Kedua pesawat pembom yang bermarkas di Guam itu melakukan patroli pada hari Selasa.

“Di masa ketika pandemi Covid-19 masih mengguncang dunia, AS mengabaikan keamanan rakyatnya dan tidak fokus pada kontrol epidemi domestik, juga tidak berkontribusi pada kontrol pandemi global, tetapi mengirimkan kapal perang jarak jauh ke Laut China Selatan, memamerkan kekuatannya dan menyebabkan masalah,” papar Li.

Ia mengatakan, hal itu menunjukkan sifat munafik AS dalam berbicara dengan satu cara dan bertindak dalam cara lain, dan sepenuhnya menunjukkan bahwa militer AS adalah sumber bencana yang menyabot perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Global Times mengutip pakar militer China yang tak disebutkan namanya mengatakan AS berusaha untuk membuat operasi seperti itu menjadi rutin, dan PLA telah menunjukkan siap dan mampu menghentikan aksi-aksi militer AS tersebut.

Militer Washington belum berkomentar atas pengusiran kapal perangnya dari wilayah sengketa di Laut China Selatan. Amerika sejatinya tidak terlibat sengketa di wilayah itu, namun juga tidak menerima klaim Beijing atas mayoritas kawasan Laut China Selatan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China SelatanUSS Mustin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.