• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Eskalasi Memanas, Pemerintah Indonesia Serukan WNI di Irak Waspada

by Redaksi Asiatoday
January 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Eskalasi Memanas, Pemerintah Indonesia Serukan WNI di Irak Waspada

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya ketegangan di Irak. Semua warga negara Indonesia di Irak diminta untuk selalu waspada.

Situasi keamanan di Irak kian memburuk usai serangan udara Amerika Serikat di Baghdad yang menewaskan jenderal terkuat Iran, Qassem Soleimani. Serangan udara itu merupakan kelanjutan dari ketegangan antara AS dan sebuah grup milisi di Irak yang didukung Iran.

Washington mengaku menyerang Kataeb Hezbollah sebagai balasan atas tewasnya kontraktor asal AS di Irak pada Jumat 27 Desember tahun lalu. Kataeb Hezbollah merupakan bagian dari Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari segala tindakan yang dapat memperburuk situasi,” terang Kemenlu RI melalui pernyataan resmi Sabtu (04/01/2020).

“Semua WNI di Irak diminta untuk selalu waspada. Silakan hubungi Kedubes Indonesia jika membutuhkan bantuan,” sambungnya. Nomor hotline Kedubes RI di Baghdad adalah +9647500365228.

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengonfirmasi serangan yang menewaskan Soleimani merupakan perintah langsung dari Presiden Donald Trump. Soleimani merupakan kepala dari pasukan elite Iran Quds.

Selain Soleimani, serangan udara AS pada 3 Januari juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan PMF.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei memperingatkan akan adanya ganjaran atas kematian Soleimani. “Ganjaran keras menunggu terhadap siapa pun yang berada di balik tindakan kriminal ini,” ujar Khamenei.

Sementara Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa tekad negaranya melawan AS semakin kuat usai kematian Soleimani.

“Jenderal Soleimani tewas martir dan ini membuat Iran lebih bertekad menentang ekspansionisme Amerika dan mempertahankan nilai-nilai Islam kita,” kata Rouhani. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatIrakIranIran NewsKemenlu RIKonflik Iran-AmerikaTeheran
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.