• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Fadli Zon: Ideologi Komunis itu Ganas dan Kejam

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Gagal Antisipasi Gelombang Resesi

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan bahwa Ideologi komunis itu berbahaya.

Salah satu ‘rukun’ dari paham komunis adalah revolusi atau pengambilan paksa, kudeta dan sejenisnya.

“Revolusi (pengambilalihan paksa, kudeta dan sejenisnya) adalah bagian dari ‘rukun komunisme’. Maka di mana-mana rezim komunis itu berdarah-darah. Ideologi ini ganas dan kejam termasuk waktu merajalela di Indonesia. Film G30S/PKI masih sangat halus menggambarkan kekejaman komunis itu,” kata Fadli dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (26/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Fadli mengungkapkan kekejaman rezim komunis yang paling anyar terjadi di China.

“Rezim Komunis China memang kejam dan ganas terhadap kaum muslim di Xinjiang. Tak ada kebebasan beragama,” ujarnya.

Fadli mengungkapkan hal ini merespon sikap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menyerukan pengibaran bendera merah putih pada 30 September dan 1 Oktober 2020. Hal ini dilakukan untuk memperingati peristiwa politik paling kelam dalam perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu pemberontakan G30S/PKI.

Dalam seruan terbuka yang diunggah sejumlah akun twitter anggota KAMI itu disebutkan, pada 30 September pengibaran dilakukan setengah tiang dan pada 1 Oktober bendera merah putih dikibarkan satu tiang penuh.

“Karena yang paling terancam oleh komunisme adalah umat beragama, maka KAMI mengharapkan seluruh pemuka umat beragama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu) untuk menyampaikan pesan pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September dan pada 1 Oktober melakukan pengibaran bendera satu tiang penuh,” demikian bunyi seruan terbuka yang diatasnamakan tiga Komite Ekskutif KAMI yaitu Ahmad Yani, Syahganda Nainggolan, serta Adhie Masardi tersebut. (ATN)

Tags: Fadli Zon LibraryKomunisme
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.