• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

FAO: Efek Covid-19, Harga Pangan Dunia Terus Menurun

by Redaksi Asiatoday
May 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
FAO: Efek Covid-19, Harga Pangan Dunia Terus Menurun

Markas Food and Agriculture Organization (FAO). Ist

ASIATODAY.ID, ROMA – Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) melaporkan harga pangan dunia terus turun di April.

Menurut FAO, penurunan harga ini akibat dari pandemi global virus corona (Covid-19) yang terus mengambil korban sehingga berdampak pada permintaan dunia.

Dilansir dari Xinhua, Senin (11/5/2020), indeks pangan secara keseluruhan pada April adalah 3,4 persen, lebih rendah dibandingkan Maret. Ini merupakan penurunan indeks pangan berturut-turut selama tiga kali.

RelatedPosts

US Backs Indonesia’s Digital Crackdown on Human Trafficking at Sea

Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability

MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market

FAO mengatakan dampak langsung dan tidak langsung dari pandemi virus corona baru tersebut adalah faktor utama di balik tren menurun.

Setiap sub-indeks melemah pada April, dengan harga gula memimpin dengan jatuh 14,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. FAO mengatakan harga bahan bakar yang lebih rendah adalah penyebab utama di balik penurunan harga.

Sementara itu harga biji-bijian dan sereal -komponen terbesar dalam indeks- turun paling sedikit, yakni sekitar 0,1 persen untuk bulan ini.

Selain itu harga beras dan gandum naik untuk bulan itu karena permintaan yang lebih tinggi akibat perlambatan ekspor gandum dari Rusia.

Namun demikian kenaikan itu diimbangi oleh harga yang lebih rendah untuk jagung, yang jatuh sebagai hasil dari panen yang kuat di Amerika Latin dan permintaan yang lebih rendah untuk etanol, suplemen bahan bakar yang sering dibuat dari jagung.

FAO mengatakan harga minyak nabati turun 5,2 persen, sebagian besar karena harga yang lebih rendah untuk minyak sawit dan kedelai. Sedangkan harga susu merosot 3,6 persen karena permintaan yang lebih rendah.

Kemudian harga daging juga turun 2,7 persen meskipun ada peningkatan permintaan dari Tiongkok. Namun itu lebih dari seimbang dengan permintaan yang lebih rendah dari bagian lain di dunia.

Indeks Harga Makanan FAO bulanan didasarkan pada harga pangan di seluruh dunia untuk 23 kategori komoditas pangan yang mencakup harga untuk 73 produk yang berbeda dibandingkan dengan tahun dasar. (ATN)

Tags: FAOPangan DuniaSwasembada PanganUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Southeast Asia Faces Refugee Crisis as Aid Shrinks and Human Trafficking Risks Surge
  • US Backs Indonesia’s Digital Crackdown on Human Trafficking at Sea
  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • Indonesia Yet to Decide 2026 Nickel Output Levels as Market Speculation Grows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.