• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

FAO: Harga Pangan Dunia Turun Selama 12 Bulan Beruntun

by Redaksi Asiatoday
April 9, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
FAO: Efek Covid-19, Harga Pangan Dunia Terus Menurun

Markas Food and Agriculture Organization (FAO). Ist

ASIATODAY.ID, ROMA – Harga pangan dunia turun selama 12 bulan beruntun pada Maret, seperti dilaporkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (7/4).

Itu merupakan pertama kalinya indeks tersebut mengalami penurunan selama satu tahun penuh.

Indeks Harga Pangan FAO turun 2,1 persen pada Maret, dan kini turun 20,5 persen sejak mencapai titik tertingginya pada tahun lalu usai lonjakan besar akibat konflik Rusia-Ukraina.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Biji-bijian dan serealia, komponen terbesar dalam indeks tersebut, turun 5,6 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan turun 18,6 persen selama 12 bulan terakhir.

Di antara biji-bijian dan serealia, harga gandum mengalami penurunan terbesar, yakni merosot 7,1 persen saat ekspor dari Ukraina via Laut Hitam meredakan kekhawatiran pasar. Harga jagung turun 4,6 persen karena produksi yang kuat di Amerika Selatan, sementara harga beras turun 3,2 persen, menyusul data prospek panen di India, Vietnam, dan Thailand.

Harga minyak nabati turun 3 persen pada Maret dan 47,7 persen lebih rendah dibandingkan pada Maret 2022. Sementara itu, harga produk susu turun 0,8 persen, menyumbang pada penurunan 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Harga daging naik tipis 0,8 persen pada Maret, namun masih tercatat turun 5,3 persen selama 12 bulan terakhir.

FAO mengatakan bahwa melemahnya permintaan dan adaptasi terhadap hambatan rantai pasokan global, seperti meningkatnya persaingan antarpemasok, menjadi faktor utama yang mendorong harga turun selama setahun terakhir.

Pengecualian utama dari tren tersebut adalah harga gula, yang naik 1,5 persen pada Maret, mencapai level tertingginya sejak Oktober 2016.

Meskipun harga-harga menurun, para pejabat FAO dalam beberapa bulan terakhir telah berulang kali memperingatkan bahwa isu-isu pasokan bahan bakar dan ketidakpastian pasar lainnya mengancam banyak negara miskin di dunia.

Indeks Harga Pangan FAO didasarkan pada harga di seluruh dunia untuk 23 kategori komoditas pangan yang mencakup harga untuk 73 produk berbeda yang dibandingkan dengan tahun dasar.

Indeks FAO berikutnya dijadwalkan akan dirilis pada 5 Mei. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: FAOPangan Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.