• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Fenomena Langka, Gurun Sahara Kembali Diselimuti Salju

by Redaksi Asiatoday
January 28, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Fenomena Langka, Gurun Sahara Kembali Diselimuti Salju

Gurun Sahara diselimuti salju. Foto: Karim Bouchetata

ASIATODAY.ID, ALJIR – Fenomena alam yang jarang terjadi kembali terjadi di Gurun Sahara.

Pasalnya, Gurun Sahara yang dikenal sebagai salah satu tempat terkering di dunia tiba-tiba diselimuti lapisan es layaknya salju yang biasa ditemui di belahan dunia lain. Kejadian langka ini berlangsung pada hari Selasa (19/1/2020).

Di Gurun Sahara di barat laut Aljazair, tepat di luar Kota Ain Sefra, pemandangan bukit pasir bergaris kristal es menghampar sejauh mata memandang. Fotografer lokal Karim Bouchetata menangkap cuaca yang tidak biasa dalam gambar dan video yang menjadi berita utama di seluruh dunia.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Ain Sefra berada sekitar 3.280 kaki (1.000 meter) di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh Pegunungan Atlas, dekat perbatasan Aljazair-Maroko. Sementara suhu musim panas di wilayah itu secara teratur melonjak di atas 100 derajat Fahrenheit (38 derajat Celcius), rata-rata hari di bulan Januari jauh lebih ringan 14 derajat Celcius, menurut Sky News. Tampilan embun beku di Selasa pagi yang sangat halus mengikuti peristiwa malam langka yakni suhu mencapai minus 3 C.

Penumpukan salju dan es di Sahara utara memang tidak biasa, tapi ini pernah terjadi sebelumnya. Kejadian ini menandai keempat kali dalam 42 tahun Ain Sefra melihat salju. Pertama, kejadian sebelumnya pada 1979, 2016, dan 2018.

Hujan salju yang lalu bahkan jauh lebih tebal daripada tampilan pekan ini. Pada 2018, beberapa daerah di barat laut Aljazair melihat salju setinggi 15 inci (40 sentimeter), sedangkan badai salju tahun 2016 menumpahkan lebih dari 3 kaki (1 meter) di daerah tertentu.

Sahara adalah gurun panas terbesar di dunia yang membentang lebih dari 8,6 juta kilometer persegi melintasi Afrika Utara antara Samudera Atlantik dan Laut Merah. Antartika dan Arktik, yang masing-masing mencakup lebih banyak wilayah daripada Sahara, keduanya dianggap gurun dingin.

Sahara jauh lebih mungkin melihat hujan salju di ketinggian yang lebih tinggi, seperti di Pegunungan Atlas, kata NASA dalam sebuah pernyataan menyusul timbunan salju pada 2018, yang terlihat dari luar angkasa. Sisi Maroko dari Pegunungan Atlas juga mengalami hujan salju yang cukup besar pada 2005 dan 2012, menurut NASA. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingGurun Sahara
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.