• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Filipina Pantau Ratusan Kapal Militer China ‘Show Force’ di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
March 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Tutup Laut China Selatan, Gelar Latihan Militer Satu Bulan Penuh

China Tutup Laut China Selatan, Gelar Latihan Militer Satu Bulan Penuh. Dok PLA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Penjaga pantai Filipina melaporkan ratusan kapal militer China terpantau di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan pada bulan ini.

“Penjaga pantai Filipina melaporkan sekitar 220 kapal, yang diawaki personel milisi maritim China terlihat ‘Show Force’ dalam formasi barisan di terumbu karang pada 7 Maret lalu,” bunyi pernyataan satuan tugas lintas pemerintah pada Sabtu (20/3/2021) malam, dikutip dari Straits Times.

Saat disinggung protes diplomatik atas kehadiran kapal China, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin memberikan pandangan di akun Twitter.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Hanya jika para jenderal memberi tahu saya. Menurut saya, kebijakan luar negeri adalah tinju pada sarung tangan besi angkatan bersenjata,” bunyi cuitan Locsin.

Satuan Tugas Nasional untuk Laut Filipina Barat menyatakan keprihatinan terhadap aksi penangkapan ikan berlebihan, kerusakan ekosistem laut, hingga risiko keselamatan navigasi.

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri China belum menanggapi permintaan komentar terkait peristiwa tersebut.

Pada 2016 lalu, pengadilan internasional membatalkan klaim China atas 90 persen Laut China Selatan. Namun, Beijing tidak mengakui keputusan itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, China melanjutkan pembangunan di sejumlah pulau wilayah perairan yang disengketakan. Sejumlah negara, seperti Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei, mengklaim sebagian wilayah Luat China Selatan.

Pada Januari, Filipina memprotes regulasi teranyar China yang mengizinkan penjaga pantainya menembaki kapal asing. Kebijakan itu menggambarkannya sebagai “ancaman perang”.

Amerika Serikat (AS) berulang kali mengecam upaya China yang menindas negara tetangga dengan kepentingan persaingan. Sementara itu, China mengkritik AS telah campur tangan dalam urusan internalnya.(ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.