• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ford Foundation Kucurkan Dana Iklim Senilai USD1 Juta untuk Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 30, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mitigasi Perubahan Iklim, Indonesia Gencar Bangun Kampung Iklim

Salah satu Kampung Iklim di Indonesia. Dok KLHK

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ford Foundation mengucurkan dana iklim senilai USD1 juta untuk Indonesia.

Dana hibah ini akan diserahkan kepada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Dana Iklim ini akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keberlanjutan masyarakat adat dan komunitas lokal.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Komitmen kedua pihak tersebut diwujudkan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut pada Peluncuran Program untuk Kesejahteraan dan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat dan Komunitas Lokal (Program TERRA), di Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dhewanthi mengungkapkan, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi taget NDC dengan mengembangkan program ketahanan iklim berbasis masyarakat. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aspek pembiayaannya.

“Diperlukan kerjasama dan kolaborasi yang baik dalam mengembangkan program berbasis masyarakat dari berbagai sumber pendanaan, baik dana publik maupun dana swasta, untuk terus mendukung program pemerintah khususnya di dalam pencapaian target NDC dan SDGs,” jelasnya.

“Kerjasama ini patut kita apresiasi. Mobilisasi pendanaan oleh BPDLH dari berbagai sumber, termasuk dari filantropi ini telah menunjukkan keterlibatan non-party stakeholder pada upaya penanganan perubahan iklim global sebagaimana dimandatkan pada Paris Agreement,” ujar Laksmi, yang juga merupakan Sekretaris Komite Pengarah BPDLH.

Direktur Utama BPDLH Djoko Hendratto mengatakan untuk memenuhi komitmen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), diperlukan dukungan finansial yang memadai dan terukur.

Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara telah menyusun kebijakan Climate Change Fiscal Framework, bagaimana APBN melakukan tugasnya dalam melihat peluang dan tantangan ekonomi hijau.

“Melalui mekanisme pendanaan seperti yang saat ini dilakukan penandatangan perjanjian antara philantropy Ford Fondation dengan BPDLH, Pemerintah berhaeap dengan dana iklim tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat yang berpotensi terdampak atas perubahan iklim yang terjadi, sehingga masyarakat secara bertahap dapat berperilaku dan terus mengembangkan usaha yang ramah terhadap lingkungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Regional Ford Foundation Indonesia Alexander Irwan menjelaskan latar belakang pemberian dukungan kepada BPDLH.

Terdapat kesesuaian visi misi Pemerintah dengan program yang diusung Ford Fondation dalam pengendalian perubahan iklim.

Selanjutnya, fakta bahwa Indonesia sudah menjadi upper middle income country, menjadikan dana-dana yang tersedia dari philantrophy mulai berkurang, seiring dengan kemajuan ekonomi nasional.

“Kita mengharapkan Indonesia kedepannya dapat memiliki lembaga-lembaga sustainable finance, selain yang dikelola oleh pemerintah juga yang dikelola oleh lembaga masyarakat sipil, sehingga nanti donor-donor bilateral dan multilateral memililiki pilihan apakah akan menyalurkan pendanaan yang dikelola oleh pemerintah seperti BPDLH atau melalui lembaga yang dikelola oleh masyarakat sipil,” kata Alexander Irwan.

Sebagai referensi, Dana TERRA sendiri difokuskan kepada kesejahteraan dan peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat adat dan komunitas lokal.

Selain itu, Dana TERRA juga dapat dimanfaatkan untuk komunitas-komunitas adat dan komunitas-komunitas lokal agar dapat berpartisipasi dalam menjalankan agenda-agenda mitigasi dan ketahanan perubahan iklim.

Sesuai semangat presidensi G20 Indonesia yaitu “Recover Together, Recover Stronger”, dari Indonesia melalui program TERRA ini, bisa membawa dunia untuk pulih bersama. (ATN)

Tags: Climate ActionClimate ChangeFordFord FoundationPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.