• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

G20 Gagal Capai Konsensus untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

by Redaksi Asiatoday
March 4, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ukraina Bagai ‘Neraka’, 1,2 Juta Jiwa Telah Eksodus

Gelombang pengungsi di Ukraina. Foto: Hnaftali

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pertemuan Kelompok 20 (G20) gagal menghasilkan konsensus mengenai Rusia-Ukraina, karena China bergabung dengan Rusia menolak tuntutan agar Moskow menghentikan perang.

Saat pertemuan para menteri luar negeri (Menlu) G20, China dan Rusia tidak menyetujui pernyataan yang menuntut Moskow untuk menarik diri sepenuhnya dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina.

Laporan Aljazeera pada Jumat (3/3/2023), Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan bahwa ada perbedaan-perbedaan yang tidak dapat didamaikan karena berbagai pihak memiliki pandangan-pandangan yang berbeda.

RelatedPosts

Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature

Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind

UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge

Subrahmanyam mengatakan anggota G20 sepakat pada sebagian besar isu-isu yang melibatkan keprihatinan negara-negara kurang berkembang seperti memperkuat multilateralisme, mempromosikan ketahanan pangan dan energi, perubahan iklim, isu-isu gender dan kontraterorisme.

Dalam sebuah pidato video kepada menlu yang hadir, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mendesak para anggota untuk tidak membiarkan ketegangan terjadi saat ini. Alasannya, karena bisa menghancurkan kesepakatan-kesepakatan yang mungkin telah dicapai dalam hal ketahanan pangan dan energi, perubahan iklim dan hutang.

“Tuan Lavrov, hentikan perang ini, hentikan pelanggaran tatanan internasional kita, hentikan pengeboman kota-kota dan warga sipil Ukraina,” kata Menlu Jerman Annalena Baerbock.

Tak terima dengan ungkapan tersebut, Lavrov membalas dengan menuduh negara-negara Barat munafik karena mereka telah memompa Ukraina dengan senjata selama bertahun-tahun.

Adapun, Menlu AS Antony Blinken berbicara kepada Sergei Lavrov untuk mengakhiri perang dan mendesak Moskow untuk membalikkan penangguhan perjanjian nuklir New START.

Dilansir dari Reuters pada Kamis (2/3/2023), pembicaraan antar keduanya tidak berlangsung lama karena hanya memanfaatkan waktu selama kurang dari 10 menit di akhir sesi tertutup.

“Saya mengatakan kepada menteri luar negeri apa pun yang terjadi di dunia atau dalam hubungan kita, Amerika Serikat akan selalu siap untuk terlibat dan bertindak dalam pengendalian senjata strategis, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet bahkan pada puncak Perang Dingin,” kata Antony. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: KTT G20
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.