• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Gandeng Ahli Fisika, Tesla Kembangkan Teknologi Battery Pack

by Redaksi Asiatoday
January 5, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gandeng Ahli Fisika, Tesla Kembangkan Teknologi Battery Pack

Industri Mobil listrik Tesla. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Tesla menggandeng ahli fisika dari Dalhouse University di Kanada untuk mengembangkan battery pack yang dapat menempuh jarak sejauh 1 juta mil atau sekitar 1,6 juta kilometer.

Tesla dan mitranya itu bahkan telah mengajukan hak paten atas teknologi baterai tersebut pada 26 Desember 2019. Teknologi baterai lithium-ion ini diklaim bakal mengalahkan baterai yang saat ini umum digunakan produsen mobil listrik lainnya.

Melansir Forbes Minggu (05/01/2020), CEO Tesla Elon Musk mengatakan, pihaknya telah memulai pengembangan teknologi tersebut mulai April 2019.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Teknologi baterai ini sejatinya tidak dibutuhkan oleh para konsumen Tesla saat ini yang rata-rata unit mobil penumpangnya hanya memiliki rentang hidup maksimum atau lifespan 150.000 mil. Meski begitu, teknologi ini akan sangat membantu kendaraan truk jarak jauh yang rata-rata menempuh jarak 150.000 mil per tahun.

Dibandingkan dengan baterai 100 kWh yang kini digunakan pada varian Model S dan Model X baterai ini juga memiliki siklus pengisian daya yang lebih panjang.

Jika dua model ini dapat bertahan hingga rentang 1.000—2.000 siklus, teknologi baru ini bakal bertahan hingga 4.000 siklus. Bahkan, dikatakan bahwa kapasitas baterai tersebut hanya akan berkurang sekitar 5% setelah 1.000 siklus pengisian, dan 10% setelah 4.000 siklus.

Kandungan kimia dalam baterai ini juga diklaim dapat meningkatkan efisiensi, kepadatan energi, dan masa hidup yang lebih panjang dengan biaya lebih rendah. Struktur kristal katoda dan susunan kimiawi yang baru membuat baterai ini lebih tahan terhadap kerusakan dari siklus pengisian daya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Industri BateraiIndustri Mobil ListrikTeslaTesla Model 3
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.