• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gara-gara Nikel, Eropa Ancam Indonesia

by Redaksi Asiatoday
December 30, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dari AS, Menhan Prabowo Road Show ke Austria dan Prancis

Menhan RI, Prabowo Subianto. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara Eropa rupanya masih berupaya menekan Indonesia agar tetap mengekspor bahan mentah nikel.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang diancam Eropa.

Ancaman Eropa tersebut berkaitan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang melarang ekspor bahan mentah nikel.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Prabowo mengatakan, Eropa meminta pemerintah Indonesia menjual bahan mentah secara gelondongan kepada mereka.

“Tapi Jokowi tidak takut terhadap semua ancaman yang diberikan Eropa,” kata Prabowo dilansir dari YouTube Gerindra yang diunggah pada 27 Desember 2022,

Presiden Jokowi tetap melanjutkan kebijakannya terkait pelarangan penjualan bahan mentah ke Barat, termasuk yang terbaru bauksit.

“Saudara-saudara, kita ini mau diancam oleh Eropa. Mereka memaksakan pemerintah kita menjual bahan baku gelondongan ke sana,” kata Prabowo.

“Kita adalah negara yang kaya. Dan Pak Jokowi sedang berjuang agar kekayaan kita dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Sebagai referensi, sudah sejak dulu kala Indonesia selalu mengekspor bahan mentah ke Eropa. Bahkan dalam sebuah forum, Jokowi pernah mengatakan jika kegiatan ekspor bahan mentah dilakukan sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Mengacu pada hal itu, sejak tahun 2020 Indonesia mulai mempertegas kegiatan ekspor negara, salah satunya menutup ekspor mineral mentah Nikel.

“Kita tidak ingin, sejak VOC kita selalu mengirim bahan-bahan mentah, mengirim raw material ke luar negeri. Untuk menghasilkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya, sejak 2020 telah kita stop ekspor nikel bahan mentah,” tegas Jokowi. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Hilirisasi NikelPrabowo Subianto
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.