• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Garuda Mulai Uji Coba Pesawat Tanpa Awak 2020

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Garuda Mulai Uji Coba Pesawat Tanpa Awak 2020

Garuda Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Garuda Indonesia Group siap melakukan uji coba pertama untuk operasional pesawat tanpa awak atau unmanned aircraft vehicle (UAV) khusus kargo pada Januari 2020.

Menurut Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal, saat ini pihaknya sudah menyiapkan dua unit UAV berjenis Beihang BZK-005. Pesawat ini mampu menempuh jarak terjauh hingga 1.200 kilometer dengan waktu terbang maksimal 4 jam.

“UAV yang kami operasikan akan dilakukan trial plan pada Januari 2020, dengan rencana operasionalnya pada 2021,” terangnya melalui keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Beberapa lokasi uji coba nanti antara lain Sulawesi, Maluku, Aceh, dan Kalimantan. Masa uji coba di beberapa daerah terpencil (remote area) tersebut akan dilakukan selama 3 bulan.

Menurutnya, di wilayah tersebut memiliki potensi pasar kargo udara yang tinggi, tetapi fasilitas pengangkutnya masih sedikit. Kalimantan dan Sumatera memiliki produk perkebunan, sedangkan Maluku dan Sulawesi kaya akan produk perikanan.

Garuda akan mencoba untuk membidik pasar tersebut dengan tingkat keselamatan dan keamanan operasional yang tinggi. Dia berharap hal itu bisa membantu menekan biaya logistik hingga 30 persen.

Persiapan operasional kargo UAV tersebut sudah diinisiasi perusahaan sejak Mei 2019. Emiten berkode GIAA hingga saat ini terus berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan mengenai aspek kepatuhan regulasinya (compliance).

Garuda berencana mendatangkan 150 unit UAV dengan perincian 100 unit fixed wing dan 50 unit rotary wing yang bisa melakukan lepas landas maupun pendaratan secara vertikal (vertical take off landing/VTOL). (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Garuda GroupGaruda IndonesiaPesawat Tanpa Awak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.