• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gejolak Politik di Belarusia, Oposisi Dituduh Lancarkan Aksi Kudeta

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gejolak Politik di Belarusia, Oposisi Dituduh Lancarkan Aksi Kudeta

Gelombang protes barisan oposisi di Belarusia. Ist

ASIATODAY.ID, MINSK – Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menuduh pihak oposisi berusaha melakukan kudeta melalui gerakan demonstrasi anti-pemerintah berskala masif.

Gelombang protes menggema usai hasil pemilihan umum presiden diumumkan pada Minggu 9 Agustus.

“Tentu saja kami menganggap semua ini merupakan percobaan untuk merebut kekuasaan,” kata Lukashenko, melansir BBC, Rabu (19/8/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Lukashenko berbicara saat pihak oposisi membentuk sebuh dewan untuk mengatur perpindahan kekuasaan.

Sebelumnya, Lukashenko mengaku bersedia menyerahkan kekuasaan jika mekanismenya dilakukan melalui referendum, bukan dari tekanan demonstrasi.

Ia bersikukuh Pilpres Belarusia tidak dapat diulang. Hasil Pilpres lalu menyatakan Lukashenko meraih 80,1 persen suara, sementara capres oposisi Svetlana Tikhanovskaya hanya 10,12 persen.

Oposisi mengecam hasil Pilpres dan menuding adanya kecurangan. Tikhanovskaya mengatakan, jika semua surat suara dihitung dengan benar, ia seharusnya meraih 60 hingga 70 persen suara.

Amerika Serikat dan Uni Eropa mengecam Pilpres Belarusia karena berlangsung tanpa adanya pengawas independen.

Dalam sebuah pidato di pabrik traktor di Minsk, Lukashenko menegaskan bahwa stabilitas Belarusia akan terguncang jika Pilpres diulang. Ia berkukuh tidak ada kecurangan dalam pilpres, dan mengatakan bahwa tidak mungkin pihaknya memanipulasi surat suara hingga 80 persen lebih.

Pria yang sudah berkuasa sejak 1994 itu kesulitan berbicara di tengah cemoohan pekerja pabrik yang terus menyuarakan, “mundur! mundur.” Di akhir pidatonya, Lukashenko mengatakan: “Terima kasih, saya sudah mengucapkan semuanya. Kini kalian bisa melanjutkan berteriak ‘mundur.'”
 
Pidato Lukashenko di pabrik Minsk Wheel Tractor Plant terjadi satu hari usai aksi protes terbesar sejak 1994 terjadi di Minsk. Diestimasi sekitar 100 ribu orang ikut serta dalam demonstrasi tersebut. (ATN)

Tags: BelarusBelarusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.