• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gelar Simulasi Perang, AS Siap Gempur Basis Pertahanan China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
July 7, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gelar Simulasi Perang, AS Siap Gempur Basis Pertahanan China di Laut China Selatan

Simulasi perang pasukan Amerika Serikat di Laut China Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat kian memperkuat posisinya di Laut China Selatan.

Selain mengerahkan dua kapal induk, pesawat pembom (bomber) B-52 Stratofortress Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) juga ikut bergabung dalam latihan militer Angkatan Laut Amerika di Laut China Selatan.

Manuver gabungan ini semakin memanaskan ketegangan antara Amerika dan China.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

China telah mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan dan menganggap area sekitar kawasan itu sebagai wilayah kedaulatannya. Beberapa negara Asia Tenggara juga memiliki klaim yang saling tumpang tindih di kawasan yang sama.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Amerika Serikat. Washington bahkan secara terbuka menentang klaim berlebihan China dan mengerahkan pasukan untuk menggelar latihan di wilayah itu.

Amerika berdalih, latihan militer sebagai ini untuk menjamin kebebasan navigasi di perairan yang menurut Amerika sebagai wilayah internasonal.

Dua kapal induk Amerika USS Nimitz dan USS Ronald Reagan beserta kelompok tempurnya telah menggelar latihan militer dan simulasi perang di kawasan perairan sengketa itu sejak Sabtu (4/7/2020).

Angkatan Laut Amerika dalam sebuah pernyataan mengatakan kedua kapal induknya terus meluncurkan jet tempur sepanjang waktu, sambil mempraktikkan keterampilan lain bersama-sama.

Dalam informasi terbarunya, Angkatan Laut Amerika mengatakan jet-jet tempur yang dilesatkan dari kedua kapal induk itu bergabung di angkasa bersama B-52 Stratofortress, sebuah pesawat pembom jarak jauh yang mampu membawa bom nuklir. 

Bomber B-52 dari Sayap Bom ke-2 lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Barksdale (BUFF), Louisiana, dan ikut serta dalam latihan di atas Laut China Selatan. 

“Satuan Tugas Bomber menunjukkan kemampuan AS untuk secara cepat menyebar ke basis operasi dan melaksanakan misi serangan jarak jauh,” kata Letnan Kolonel Christopher Duff, komandan Skuadron Bom ke-96, dalam rilis berita Angkatan Udara Amerika, yang dikutip Navy Times Selasa (7/7/2020). 

“Serangan semacam ini menunjukkan kemampuan kita untuk menjangkau dari stasiun rumah, terbang ke mana saja di dunia dan menjalankan misi itu, dengan cepat beregenerasi dari basis operasi dan melanjutkan operasi.”

“Kru udara BUFF menilai kemampuan komando dan kontrol untuk menginformasikan pengembangan taktik, teknik, dan prosedur komunikasi yang diperdebatkan dan terdegradasi untuk memastikan interoperabilitas bersama yang mulus,” imbuh rilis berita Angkatan Udara Amerika.

Kapal-kapal perang dari kelompok tempur kedua kapal induk AS juga berlatih bertahan melawan serangan selama latihan, di mana jet-jet tempur dari kapal induk terkadang memainkan peran sebagai musuh. (Baca juga: Media China Ledek 2 Kapal Induk AS di Laut China Selatan bak Macan Kertas)

Sebelumnya, media pemerintah China; The Global Times, mengolok-olok kedua kapal induk Amerika yang bermanuver di Laut China Selatan. Media itu, dengan membanggakan rudal pembunuh kapal induk China DF-21D dan DF-26 menggambarkan kedua kapal induk Amerika seperti “macan kertas”.

Media itu melaporkan militer Beijing telah melakukan latihan rudal di Teluk Bohai, teluk barat laut dan paling dalam di Laut Kuning.

“Karena Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah sepenuhnya mengamankan senjata baru untuk menghancurkan kapal induk, kapal induk Amerika Serikat hanyalah macan kertas,” tulis The Global Times dalam sebuah editorial. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.