• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gelombang Revolusi Terus Menggema di Belarusia

by Redaksi Asiatoday
September 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gelombang Revolusi Terus Menggema di Belarusia

Aksi unjukrasa di Belarusia. Ist

ASIATODAY.ID, MINSK – Gelombang revolusi pasca Pemilu di Belarusia terus menggema dan kini telah memasuki pekan ketujuh.

Pada Minggu (27/9/2020), ribuan orang kembali turun ke jalan menyuarakan revolusi.

Sayang, aksi ini diwarnai penangkapan para demonstran oleh Kepolisian Belarusia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut laporan sejumlah grup hak asasi manusia, lebih dari 50 orang ditangkap dalam aksi protes terbaru di Belarusia itu.

Demonstrasi di Belarusia meletus sejak berakhirnya pemilihan umum presiden pada Agustus lalu. Para pengunjuk rasa menuding Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah berbuat curang dan memintanya untuk segera turun dari jabatan.

Komisi Elektoral Belarusia menyatakan Lukashenko sebagai pemenang pilpres dengan meraih 80 persen suara, sementara capres oposisi Svetlana Tikhanovskaya hanya 10,12 persen.

Kubu oposisi menuding adanya kecurangan, dan mengklaim seharusnya Tikhanovskaya meraih 60 hingga 70 persen suara.

Dikutip dari BBC, rekaman video memperlihatkan jajaran kepolisian menyemprotkan sejenis cairan ke wajah sejumlah demonstran. Aksi protes terbaru di Belarusia ini merupakan demo hari ke-50 sejak 9 Agustus lalu.

Polisi menggunakan gas air mata dan juga granat kejut dalam membubarkan demonstrasi di kota Gomel sepanjang akhir pekan. Aparat mengaku terpaksa menggunakannya karena sejumlah pengunjuk rasa “membangkang” saat diminta membubarkan diri.

Namun media lokal memperlihatkan polisi menyemprotkan cairan secara langsung ke wajah demonstran. Banyak dari pengunjuk rasa perempuan bergerak mundur sembari berteriak, “fasis!”

Sementara itu di ibu kota Minsk, polisi antihuru-hara menyeret sejumlah orang dari kerumunan dan menggiring mereka ke mobil van. Penangkapan massal ini merupakan salah satu tindakan represif pemerintahan Lukashenko yang dikecam sejumlah negara dan organisasi internasional, termasuk Uni Eropa.

Kemarahan demonstran Belarusia diperparah pelantikan periode keenam Lukashenko yang dilakukan secara diam-diam tanpa adanya sorotan media. Lukashenko, yang sudah 26 tahun berkuasa di Belarusia, pernah berkata bahwa dirinya menyadari sudah terlalu lama berkuasa. (ATN)

Tags: BelarusBelarusiaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.