• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

GEMPA TURKI: Korban Jiwa Bertambah Jadi 75 Orang, 1000 Orang Terluka

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
GEMPA TURKI: Korban Jiwa Bertambah Jadi 75 Orang, 1000 Orang Terluka

Upaya pencarian korban dibalik reruntuhan bangunan akibat gempa di Turki. Ist

ASIATODAY.ID, IZMIR – Korban gempa bumi yang melanda Turki bagian barat dan juga Yunani menewaskan setidaknya 75 orang dan melukai hampir 1.000 lainnya, berdasarkan data terbaru otoritas kedua negara pada Minggu (1/11/2020).

Gempa yang terjadi pada Jumat kemarin itu juga telah merusak puluhan bangunan dan sempat memicu gelombang tsunami kecil.

Di hari ketiga pencarian korban di Izmir, Turki, petugas penyelamat menemukan lebih banyak jenazah ketimbang korban selamat.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Dikutip dari CP24, Presidensi Manajemen Darurat dan Bencana Turki (AFAD) mencatat total korban tewas di Izmir sejauh ini mencapai 73 dengan 961 lainnya terluka, sementara 220 masih menjalani perawatan di rumah sakit. Untuk Yunani, gempa menewaskan 2 remaja di pulau Samos dan juga melukai 19 orang lain.

Terdapat perbedaan data mengenai kekuatan gempa. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempanya berada di magnitudo 7,0, sementara Kandili Institute di Istanbul menempatkan angkanya di 6,9, dan AFAD 6,6.

Pencarian dan penyelamatan korban difokuskan ke sembilan bangunan roboh di Izmir. Namun petugas terpaksa menghentikan pencarian di salah satu bangunan karena adanya risiko ambruk.

Tsunami kecil yang dipicu gempa pada Jumat kemarin sempat menggenangi jalanan distrik Seferihisar di Izmir, yang menenggelamkan satu perempuan lanjut usia. Guncangan terasa di seantero Turki bagian barat, termasuk Istanbul dan juga Athena, Yunani. Ratusan gempa susulan terjadi setelah itu.

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan, 26 bangunan yang rusak akibat gempa di Izmir akan dirobohkan.

“Bukan gempa bumi yang menewaskan warga, tapi bangunan,” ujarnya.

Sejumlah kota di Turki diwarnai bangunan baru dan tua, dan sebagian ada yang berstatus ilegal dengan risiko runtuh. Aturan pembangunan telah diperketat di sejumlah kota di Turki, namun dinilai sejumlah pengamat belum cukup untuk mengantisipasi bencana alam seperti gempa bumi. (ATN)

Tags: Gempa BumiGempa TurkiKerjasama Indonesia-Turki
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.