• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gerilya Menhan China Cari Dukungan di Asia Tenggara Terkait LCS

by Redaksi Asiatoday
September 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan dengan China

Lawatan Menhan RI, Prabowo Subianto di China. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang paling penting dalam upaya negeri itu mencari dukungan dalam konflik di Laut China Selatan.

Yang terbaru, Menteri Pertahanan China Wei Fenghe dilaporkan menemui Menteri Pertahanan IndonesiaPrabowo Subianto, Selasa (8/9/2020).

Melansir dari South China Morning Post, pertemuan tersebut dilakukan satu hari setelah Wei mengunjungi Pemimpin Malaysia di Kuala Lumpur.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kunjungan itu disebut dilakukan sebagai upaya China menyeimbangkan pengaruh Amerika Serikat (AS) di Asia-Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara di Laut China Selatan (LCS).

Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut tentang bahasan apa antara Prabowo dan Wei.

Meski berbatasan langsung dengan Laut China Selatan, Indonesia tidak memiliki sengketa wilayah dengan China di perairan tersebut. Namun, Indonesia merupakan salah satu negara yang mendukung kode etik Laut China Selatan segera diterapkan.

Indonesia juga tidak pernah menempatkan diri sebagai negara yang turut bersengketa dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan. Namun, belakangan aktivitas Beijing di dekat perairan Natuna kian mengkhawatirkan Jakarta.

Januari lalu Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memergoki puluhan kapal ikan China yang dikawal dengan kapal penjaga pantai dan kapal fregat pemerintah China menerobos masuk wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna. 

Selain menerobos, kapal-kapal China itu juga turut mengambil ikan di wilayah ZEE Indonesia. 

Indonesia menolak peta sembilan garis putus-putus atau dikenal dengan nine dash line yang digunakan China sebagai dasar untuk klaim di Kepulauan Natuna perairan.

Sebelum bertemu Prabowo, Wei bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob.

Dalam pertemuan itu, Wei mengungkapkan komitmen China untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara dan terus memajukan hubungan militer.

Sementara itu, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan Malaysia bersedia bekerja sama dengan China untuk memperkuat kerja sama bilateral di semua bidang termasuk pertahanan, pendidikan, ekonomi, dan perdagangan.

China sebelumnya disebut menggunakan taktik dan manuver baru demi memperkuat klaim sepihaknya terhadap Laut China Selatan.

Taktik baru itu disebut sejumlah pengamat dapat menempatkan Indonesia dan Malaysia dalam posisi tertekan. Hal itu bahkan bisa menyulut konflik antara China dengan Indonesia dan Malaysia, dua negara besar di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu terlihat dari ketegangan yang sempat terjadi antara kapal China-Malaysia serta kapal China-Indonesia di awal tahun ini. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.