• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Global Clean Energy Pasok 2,5 Juta Barel Diesel Terbarukan ke ExxonMobil

by Redaksi Asiatoday
August 14, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Global Clean Energy Pasok 2,5 Juta Barel Diesel Terbarukan ke ExxonMobil

Fasilitas kilang ExxonMobil. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – ExxonMobil baru menandatangani perjanjian kerja sama dengan Global Clean Energy Holdings untuk jual beli 2,5 juta barel bahan bakar diesel terbarukan per tahun.

Kesepakatan itu berlangsung selama lima tahun dimana Global Clean Energy Holdings akan memasok BBM diesel terbarukan ke kilang Exxon di California mulai 2022.

Diesel terbarukan akan bersumber dari kilang yang diakuisisi oleh Global Clean Energy di Bakersfield, yang sedang dirancang ulang untuk menghasilkan diesel terbarukan dari varietas tanaman camelina yang dipatenkan dari Global Clean Energy.

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Setelah memulai produksi yang dijadwalkan dalam 2 tahun, ExxonMobil berencana untuk mendistribusikan diesel terbarukan di California dan berpotensi didistribusikan ke pasar domestik dan internasional.

“Perjanjian kami dengan Global Clean Energy dibangun di atas upaya lama ExxonMobil untuk mengembangkan dan menawarkan produk yang membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” kata Bryan Milton, Presiden ExxonMobil Fuels and Lubricants Company dilansir dari biofuels-news.com, Jumat (14/8/2020).

“Secara kimiawi mirip dengan diesel berbasis minyak bumi, diesel terbarukan dapat segera dicampur untuk digunakan pada mesin yang ada di pasaran saat ini,” jelasnya.

Richard Palmer, CEO Global Clean Energy Holdings, menambahkan, “Hubungan kami dengan ExxonMobil sangat cocok untuk Global Clean Energy dan biokilang Bakersfield karena memanfaatkan skala ExxonMobil dan perspektif pasar yang tak tertandingi untuk membuka nilai bagi kedua perusahaan.”

Dengan menggabungkan pasokan bahan baku hulu dan produksi hilir, mereka bergerak menuju model produksi terintegrasi penuh yang dipelopori oleh ExxonMobil.

Selain camelina, berbagai bahan baku nonminyak bumi, termasuk minyak goreng bekas, minyak kedelai, minyak jagung hasil penyulingan, dan sumber terbarukan lainnya akan dimurnikan untuk menghasilkan solar yang terbarukan.

Berdasarkan analisis data California Air Resources Board (CARB), diesel terbarukan dari berbagai bahan baku nonminyak bumi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 40 persen hingga 80 persen dibandingkan dengan diesel berbasis minyak bumi. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanExxonmobilGlobal Clean Energy HoldingsGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.