• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Google Cetak Pendapatan USD60 Miliar dari Iklan di Kuartal IV/2021

by Redaksi Asiatoday
February 2, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Google Manfaatkan Teknologi untuk Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Salah satu kantor Google. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Induk Google Alphabet Inc., membukukan pendapatan dari bisnis iklan senilai USD60 miliar atau setara lebih dari Rp860,23 triliun pada kuartal IV/2021. Capaian ini melampaui proyeksi analis.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (2/2/2022), penjualan Alphabet, belum termasuk pembayaran mitra, naik 33 persen menjadi USD61,9 miliar, dibandingkan dengan perkiraan analis rata-rata USD59,4 miliar.

Pendapatan iklan Google tumbuh sebesar 33 persen selama kuartal liburan. Pertumbuhan bisnis tetap tinggi di tengah gangguan pada kategori terbesarnya yakni perjalanan dan ritel akibat penyebaran varian omicron Covid-19 dan krisis rantai pasokan.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Perusahaan juga mengumumkan pemecahan saham 20-untuk-1, artinya, setiap saham yang dimiliki investor akan mendapat 19 saham tambahan.

Alphabet berhasil menggali pendapatan dari meningkatnya penggunaan internet pada masa pandemi, seperti belanja daring dan peralihan bujet pemasaran ke jalur online.

Dari sisi lain, Google meraih pendapatan besar dari divisi cloud dan YouTube. Namun, kontributor utama perusahaan masih berasal dari bisnis pencarian andalannya yang mendapat keuntungan dari investasi mendalam pada e-commerce.

“Skala bisnis periklanan gabungannya sangat besar. Jika Anda memiliki bisnis di dunia saat ini, kemungkinan Anda harus membayar untuk mendapatkan materi pemasaran itu di depan pengguna Google atau YouTube,” ungkap analis ekuitas Hargreaves Lansdown Sophie Lund-Yates, yang menulis dalam catatan setelah pendapatan.

Saham Alphabet naik 8,7 persen setelah ditutup USD2.752,88 dalam perpanjangan perdagangan. Namun, saham telah menurun sebesar 5 persen sepanjang tahun ini.

Analis JMP Securities Andrew Boone mengatakan bahwa Google mendapat keuntungan dari bisnis online yang mengklik iklannya, berkompetisi dengan Meta Platforms Inc., dan Snap Inc.

“Sekarang pengeluaran Google sudah kembali,” katanya.

Chief Business Officer Google Philipp Schindler mengatakan bahwa iklan ritel menjadi kontributor terbesarnya dalam pertemuan dengan investor.

Seperti diketahui, YouTube meluncurkan inisiatif belanja baru dengan kreator muda pada kuartal keempat.

“Kami terus membuat terobosan,” kata Schindler dalam panggilan tersebut.

Pendapatan bersih Google naik menjadi USD20,6 miliar atau USD30,69 per saham. Capaian tersebut di atas proyeksi analis sebesar USD27,35 per saham.

Seluruh realisasi kinerja Google berhasil melampaui estimasi analis, termasuk iklan pencarian, komputasi cloud, dan lini lainnya seperti perangkat keras dan penjualan di toko aplikasinya.

Bisnis jaringan Google yang menjalankan iklan di situs lain tumbuh hingga 26 persen menjadi USD9,31 miliar, meskipun ada tekanan dari regulator terkait dengan operasi iklan bergambar.

Adapun situs YouTube meraup USD8,63 miliar selama kuartal di musim liburan, tumbuh 25 persen. Pertumbuhan ini hanya selisih sedikit dari estimasi analis sebesar USD8,76 miliar.

Saat ini, fitur Shorts miliknya yang menjadi pesaing dari TikTok sudah berhasil ditonton sebanyak 15 miliar kali per hari. (ATN)

Tags: GoogleIndustri Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.