• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Google Doodle Tampilkan Pendaratan Apollo 11

by Redaksi Asiatoday
July 19, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Google Doodle Tampilkan Pendaratan Apollo 11

Google Doodle Merayakan 50 Tahun Pendaratan di Bulan Hari Ini. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Google menampilkan doodle hari ini, Jumat (19/7/2019) untuk merayakan 50 tahun pendaratan Apollo 11. Doodle yang memuat video interaktif menjelaskan tentang sebuah misi yang membawa tiga astronaut yakni Neil Armstrong, Edwin ‘Buzz’ Aldrin, dan Michael Collins.

Video interaktif Google tersebut menampilkan animasi proses peluncuran roket Saturn V dari Kennedy Space Center, Florida pada 16 Juli 1969. Google melengkapi video interaktifnya dengan narasi suara Collins yang menceritakan petualangannya saat peluncuran hingga pendaratan kembali Apollo 11 ke Bumi.

Dikutip dari blog resminya, Google menjelaskan jika proyek ambisius Apollo 11 melibatkan sedikitnya 400 ribu orang dari seluruh dunia mulai dari pekerja pabrik, ilmuwan, hingga para insinyur ahli di bidangnya. Misi pendaratan manusia pertama dimulai ketika ketiga astronaut menumpang roket Saturn V untuk menuju antariksa.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dalam narasinya, Collins menerangkan jika ia menjadi satu-satunya awak yang tidak turun ke permukaan Bulan. Sebaliknya, ia mengaku menikmati masa-masa sendiri berada dalam modul yang mengelilingi Bulan.

“Saya sangat menikmati masa-masa itu, bahkan saya tetap bisa menikmati kopi dari dalam modul. Saya memang sendiri, tapi saya bisa mengamati Bumi dengan tiga miliar orang dan dua orang di sisi lain Bulan,” kata Collins dalam narasinya.

Collins juga menerangkan proses pendaratan Armstrong dan Buzz pada 20 Juli 1969. Keduanya sempat berada dalam masa kritis lantaran wahana antariksa yang ditumpangi nyaris kehabisan bahan bakar dan komputer juga menunjukkan kesalahan kode.

Di tengah masa-masa sulit, Armstrong dan Buzz berhasil mengarahkan modul ke pendaratan di sebuah kawah yang dijuluki ‘Silent Sea’.

Tak lama setelah mendarat, Armstrong menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di permukaan Bulan. ‘Langkah kecil’ ini menjadi lompatan besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan hingga saat ini.

Setelah mengumpulkan sampel material Bulan, Armstrong dan Buzz kembali ke modul tempat yang selama beberapa hari ‘dihuni’ Collins.

Tepat pada 24 Juli 1969 ketiganya kembali ke Bumi dan mendarat dengan selamat di Samudera Pasifik pada 25 Juli 1969. Sukses dengan Apollo 11, NASA melanjutkan misi serupa yang melibatkan 10 astronaut selama beberapa periode.

Misi terakhir NASA dengan mengirim manusia ke Bulan terjadi pada 1972. Kendati demikian, eksplrasi ruang angkasa hingga kini terus berlanjut. AS berencana kembali ke pemukaan Bulan melalui misi Artemis yang melibatkan wanita pertama pada 2024 mendatang.

Misi ruang angkasa melahirkan serangkaian terobosan ilmiah, salah satunya pemindaian Computer Axial Tomography (CAT), Magnetic Resonance Imaging (MRI), hingga proses pengawetan makanan beku-kering. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: Apollo 11Congratulation GoogleDoodleGoogleGoogle AnniversaryWorld News
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.