• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hadang China, Angkatan Darat Amerika Kerahkan Gugus Tugas Siber ke Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hadang China, Angkatan Darat Amerika Kerahkan Gugus Tugas Siber ke Asia Pasifik

Amerika Serikat. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah gugus tugas Angkatan Darat Amerika Serikat akan memperluas upaya untuk menangkal China di Asia Pasifik. Gugus tugas ini mampu melakukan operasi informasi, elektronik, dan siber terhadap Beijing.

Unit yang diungkap oleh Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy di sebuah acara di Washington pada hari Jumat ini, juga akan dilengkapi senjata presisi jarak jauh seperti rudal hipersonik untuk mencapai target darat dan laut dan membuka jalan bagi kapal Angkatan Laut jika terjadi konflik.

Gugus tugas Angkatan Darat akan membantu menetralisir beberapa kemampuan yang sudah dimiliki China dan Rusia dan dimaksudkan untuk menjauhkan kapal induk AS dari daratan Asia, kata McCarthy dalam sebuah wawancara.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Langkah ini dirancang untuk menetralisir semua investasi yang telah dilakukan China dan Rusia,” kata McCarthy, melansir Bloomberg, Sabtu (11/01/2020).

Langkah tersebut juga akan didukung oleh perjanjian baru dengan National Reconnaissance Office yang mengembangkan dan mengelola satelit mata-mata AS, lanjutnya.

Berdasarkan perjanjian itu, unit taktis Angkatan Darat akan lebih mampu menyadap informasi yang diperoleh dari satelit orbit rendah yang ada.

Langkah ini akan membantu Menteri Pertahanan Mark Esper mencapai tujuan yang sudah lama dicari untuk memindahkan lebih banyak pasukan dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ke Pasifik, memberikan posisi yang lebih baik bagi AS untuk menghadapi “pesaing sejawat” China dan pesaing bersejarah Rusia.

Di bawah visi McCarthy, upaya ini akan memungkinkan Angkatan Darat menciptakan paradigma baru di Pasifik tempat pasukan darat dapat menembus pertahanan siber untuk angkatan udara dan angkatan laut.

“Sekarang, unit berbasis darat di gugusan pulau itu dapat menciptakan dukungan “untuk udara dan laut,” kata McCarthy.

Angkatan Darat mulai bereksperimen dengan gugus tugas pada tahun 2018. Brigade Artileri Lapangan ke-17 dari Pangkalan Bersama Lewis-McChord di Negara Bagian Washington melakukan sembilan latihan utama, ditambah simulasi perang untuk mengevaluasi konsep. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatAsia PasifikChinaUS Army
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.