ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali menekankan, bahwa transmisi dari pengaruh global suka atau tidak suka pasti akan terasa dampaknya di Indonesia, entah itu dalam bentuk nilai tukar rupiah, indeks harga saham, bonds year maupun SBSN.
“Untuk tetap bisa tumbuh mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen tanpa menimbulkan kerapuhan dengan lingkungan global yang sangat volatile ini, maka kita harus meyakinkan bahwa pertumbuhan itu harus dipacu dari investasi. Oleh karena itu, memang investasi yang bisa menimbulkan capital inflow itu harus menjadi salah satu tugas yang paling penting untuk dipacu,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/8/2019).
“Policy-nya itu dibahas pemerintah apa saja, kemudian bagaimana kita tetap juga memperbaiki daya kompetisi kita. Daya kompetisi itu supaya kemudian kita tidak terlalu mudah terombang-ambing dengan perubahan lingkungan,” tambahnya.
Selama ini, lanjut Meneu, sudah selalu disampaikan, kalau daya tarik investasi selama ini berasal dari kualitas infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, termasuk tenaga kerja, apakah mereka punya skill, produktivitasnya tinggi.
“Kemudian policy mengenai masalah investasi, bagaimana policy investasi di Indonesia, juga termasuk intensif yang diberikan,” pungkas Sri Mulyani. (AT Network)
,’;\;\’\’
