• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Hari-hari Terakhir Gunung Es di Antartika

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suhu Bumi Naik, Gunung Es Terbesar di Dunia Terlepas dari Lapisan Antartika

Gunung es di Antartika. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketika laju penyusutan gunung es di Antartika tak lagi bisa dibendung, hari-hari terakhir gunung es itu akan segera tiba.

Menurut para ilmuwan yang bekerja di Badan Antariksa Eropa, sekitar 40 persen lapisan es di Antartika telah menyusut secara signifikan selama 25 tahun terakhir. Situasi itu dianggap sudah semakin mengkhawatirkan.

Menurut penelitian para ilmuwan yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Kamis, lelehan tersebut menyebabkan 71 dari 162 lapisan es Antartika kehilangan massa dalam kurun 1997 hingga 2021.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sementara itu sebanyak 68 dari lapisan es tersebut telah mengalami penyusutan secara signifikan.

Menurut ilmuwan, penyusutan tersebut telah melampaui fluktuasi normal lapisan es dan semakin membuktikan bagaimana perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah mempengaruhi kondisi Antartika.

“Kami memperkirakan bahwa sebagian besar lapisan es akan mengalami siklus penyusutan yang cepat, berumur pendek dan kemudian tumbuh kembali secara perlahan. Sebaliknya, kami melihat bahwa hampir setengah dari lapisan es tersebut menyusut tanpa ada tanda-tanda pemulihan,” kata Benjamin Davison, penulis utama pada kelompok peneliti dari Universitas Leeds, Inggris.

Selama periode penelitian, para ilmuwan menemukan sebanyak 29 lapisan es bertambah massanya dan 62 lainnya tidak berubah secara signifikan.

Menurut peneliti, sebanyak 48 lapisan telah kehilangan lebih dari 30 persen massa selama kurun waktu 25 tahun. Penyebab utama pencairan adalah arus lautan dan angin dari sisi barat Antartika yang mengalirkan air hangat di bawah lapisan es.

Susunan es adalah platform es terapung yang mengelilingi benua Antartika, membantu melindungi dan menstabilkan gletser di kawasan itu dengan memperlambat alirannya ke laut.

Sementara itu Badan Antariksa Eropa melaporkan bahwa berdasarkan citra radar satelit yang digunakan dalam penelitian tersebut, lapisan es yang besar mencair dan mengeluarkan air tawar ke laut -yang dapat berdampak buruk pada sirkulasi laut.

Data awal yang diterbitkan bulan lalu menunjukkan es laut yang menyelimuti lautan di sekitar Antartika telah mencapai rekor terendah pada musim dingin ini, menambah kekhawatiran para ilmuwan bahwa dampak perubahan iklim di kutub selatan sudah semakin meningkat. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Benua AntartikaGlobal Warming
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.