• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hari Quds Internasional 2020: Momentum Mendukung yang Tertindas

by Redaksi Asiatoday
May 21, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Uni Eropa Akui Kedaulatan Palestina, Israel Protes

Palestina Berdaulat. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Umat muslim, non-Muslim, dan semua orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia bersiap memperingati Hari Quds, yang melambangkan keberanian rakyat Palestina melawan penindasan rezim Israel selama bertahun-tahun.

Hari Quds Internasional, yang diperingati pada Jumat terakhir bulan Ramadan yang bertepatan pada 22 Mei setiap tahun, orang-orang di seluruh dunia, tanpa memandang keyakinan mereka, mengecam kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina dan menyuarakan dukungan mereka untuk perjuangan Palestina.

Momentum tahunan ini merupakan kesempatan bagi orang untuk mengekspresikan kemarahan mereka pada rezim apartheid Israel, yang menduduki wilayah Palestina sejak 1967.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Hari Quds tahun ini datang di tengah pandemi virus corona, yang sejauh ini telah merenggut lebih dari 320.000 jiwa dan menginfeksi 4,8 juta lainnya sejak dimulai akhir tahun lalu.

Tisetso Magama, anggota dewan senior dan juru bicara Afrika untuk Palestina, dari Johannesburg, menggambarkan Hari Quds sebagai momentum bersejarah untuk membangun solidaritas di seluruh dunia.

“Ini adalah salah satu momentum bahwa kita harus membangun solidaritas di seluruh dunia untuk membuat orang-orang sadar akan penderitaan saudara-saudari kita yang telah hidup di bawah pendudukan selama lebih dari 70 tahun,” kata Magama kepada Press TV.

“Ini adalah salah satu peristiwa bersejarah dalam kalender kita, yang tentu saja ditakuti rezim Israel karena, seperti rezim lain, rezim apartheid, rezim kolonial, dan rezim imperialis, memahami bahwa tidak ada rezim yang bisa menindas orang-orang yang tidak bersalah selamanya. Itu adalah pelajaran sejarah yang mendalam dan rezim Israel tahu itu,”

“Sekarang rezim di Tel Aviv memahami hanya solidaritas manusia yang akan mampu memutus rantai perbudakan dan penindasan serta pembunuhan massal dan pembersihan etnis Palestina. Jadi mereka tahu bahwa hari-hari mereka sudah ditentukan,” tambahnya.

Booker Ngesa, seorang anggota Gerakan Solidaritas Palestina Kenya, dari Nairobi, mengatakan Kenya akan menandai Hari Quds untuk “menunjukkan persahabatan yang sangat besar kepada saudara-saudari kita di Palestina dan berkomunikasi dengan mereka bahwa kita turut ambil bagian dalam perjuangan dan penderitaan mereka.”

Ngesa menggarisbawahi bahwa pesan dari benua Afrika ke Israel adalah bahwa rezim Zionis akan dikalahkan dan rakyat Palestina akan menang dan merebut kembali tanah mereka, dan akan ada perdamaian permanen, bukan dengan penindasan tetapi dengan keadilan.

Feroze Mithiborwala, seorang aktivis India, mengecam pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan menggambarkan perebutan kekuasaan sebagai warisan imperialisme Inggris di Asia Selatan.

“Sejak tahun-tahun awal abad kedua puluh, kekuatan kolonial menjadi penguasa dari apa yang disebut dogma memecah belah dan memerintah untuk memperpanjang kekuasaan mereka,” kata Mithiborwala.

“Partisi Palestina untuk menciptakan entitas Zionis di tengah-tengah abad ke-20, yang terjadi hanya satu tahun setelah India Britania dipartisi membentuk Pakistan selalu dilihat sebagai warisan imperialisme Inggris di Asia Selatan,” tambahnya.

Laith Marouf, seorang aktivis Lebanon dan komentator dari Beirut, memuji orang-orang Iran karena berdiri dengan Palestina dan mendukung perjuangan mereka dalam menghadapi agresi Israel.

“Ini adalah hari yang sangat penting bagi Palestina karena jatuh di bulan Ramadhan, jatuh dalam 10 hari terakhir di bulan suci. Ini sangat penting karena dipanggil oleh almarhum pemimpin tertinggi Iran untuk menunjukkan solidaritas bangsa Iran bagi rakyat Palestina,” kata Marouf.

“Jadi, kita adalah satu suara. Beruntung bagi Palestina bahwa Iran adalah negara berdaulat dan merupakan negara yang menghormati hak asasi sesama saudara-saudaranya di dunia Arab,” tambahnya. (ATN)

Tags: Al-QudsHari Quds InternasionalPalestinaPerbudakan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.